10 April 2015

SEBAIT KENANGAN- CR

Sebait Kenangan                     

Akankah kamu mengingat jalanan kecil tempat kita sering bermain dulu? Ya!, jalanan didepan rumahku dan diseberang rumahmu. Aku yakin kamu pasti masih ingat akan itu. Kita selalu menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan yang kurasa tidak begitu penting namun sangat berkesan, bahkan hingga sekarang.
“Enji... begitu aku meneriakkan namamu saat kita memainkan permainan kampung yang sangat menyenangkan. Cakbur, begitulah kami semua menyebutnya. Permainan demi permainan kita lakukan bersama dan kamu tak pernah memenangkan satu permainan pun dariku, aku selalu ingat itu. Yang selalu ku ingat juga adalah ketika sore hari menghampiri. Ibu kita akan berdiri sigap didepan pagar rumah dan tak lupa dengan segayung air ditangannya.
“Ini sudah waktunya mandi, jangan seperti si kenzi (orang gila dikomplek perumahanku yang sepertinya sudah 3 kali lebaran tidak menyentuh air dan sabun)” begitu kata ibuku. Bukan hanya aku yang dimarahi, kamupun juga seperti itu, ceramah sore itu akan selalu kita dapatkan sebagai penutup permainan hahaha.
Dari keseluruhan aku mengenalmu, peristiwa di pantai saat malam itu adalah peristiwa bahagia dan sedih yang tidak bisa kulupakan. Aku mengukir nama kita di sebuah pohon yang tampaknya sangat kokoh sekali dipinggir pantai. Meskipun pantai adalah tempat favorit yang sering kita kunjungi, tapi malam itu semuanya terasa berbeda. Tiba-tiba kamu berbicara serius menatapku dan tak memberikan tatapan seperti biasanya. Genggaman erat yang kamu berikan menandakan ada hal penting yang ingin kamu katakan. Kamu berusaha untuk menutupinya namun, aku takkan semudah itu kamu dustai. “bicaralah” ujarku padamu.
Genggamanmu semakin erat seperti orang yang tak mau kehilangan namun keadaan harus memisahkan. Dan ternyata firasatku benar. “aku diterima di salah satu Universitas Negeri di Bandung, dan kamu tau itu adalah impianku, namun itu berarti kita tidak akan bisa seperti ini lagi, kita akan saling berjauhan” begitu katamu sambil memanglingkan wajah karena tak kuasa menahan sedih.
Spontan aku melepaskan genggamanmu, masa kuliah yang kubayangkan akan bahagia bersamamu sekejap sirna karena ucapanmu. Aku tak inginkan ini terjadi namun aku juga tidak akan bisa menghalangi keinginanmu. Aku tersenyum dan kembali menjawab “jika itu memang yang terbaik untuk kamu, aku, dan kita, maka pergilah! Masa depanmu menunggu disana”. Dengan berat hati ku sampaikan itu.
Hembusan angin hentak membelah kesunyian yang ada malam itu. Riak ombak menambah suasana indah saat itu. Dipantai ini kita berpisah dan kuharap disini jugalah tempat kita kan bersua. Nanti.
*****
4 tahun sudah aku meninggalkan tempat ini. Aku mencium aroma kerinduan yang sangat pekat di kota ini. Kehangatan dari keluarga kecilku, keramahan warga disini, dan segala hal yang berperan di kota penuh kenangan ini dan pastinya dirimu yang selalu membuatku semangat untuk kembali kesini.
Esok harinya setelah kedatanganku disini, aku bergegas menuju tempat dimana kita saling mengikat janji disana. Ya! Pantai! Tempat itulah yang selalu ada dalam ingatanku. Bertemu denganmu ditempat itu adalah hal yang selalu ku impikan selama ini. Aku begitu yakin akan kehadiranmu di tempat itu malam ini, namun ternyata aku salah. Tak ada seorangpun disana. Yang ada hanya bayangan masalalu kita berdua, pohon, pasir, serta gelombang air laut yang sampai saat ini selalu saja menenangkan. Aku terduduk diam sambil menundukkan kepala di hamparan pantai yang indah itu.
“Enji....” panggilan itu sontak membangunkanku. Aku tak melihat siapapun disini, dan kukira itu hanya halunasi dari efek kerinduan yang ada. “Enji..” panggilan itu semakin keras terdengar ditelingaku. Sekali lagi aku memperhatikan sekeliling, namun nihil. Aku kembali menundukkan kepala dan mencoba untuk tidak menghiraukan apapun yang terjadi.
“Auu..” aku menjerit terkejut ketika ada sebuah kerikil kecil yang mendarat tepat dikepalaku. Dengan hati kesal aku menoleh kebelakang dan sambutan hangatpun datang dari tangan mungilmu yang mungkin saja sebagai ungkapan rindu. Sesaat dunia ini terasa berhenti, ketika pertanyaan ini kamu lontarkan “masihkah kamu ingat dengan dua sosok orang yang mengikat janji disini? Yaa,, itu kita!” dan sekarang kita bertemu disini untuk menepati janji yang ada, bertemu dan melepaskan kerinduan yan tercipta empat tahun ini.
Tidak ada yang berubah darimu enji, kamu tampak sumringah setelah sekian lama di Bandung. “kamu tidak berbuat yang aneh-aneh kan?” gurauan demi gurauan kian hadir mewarnai kehangatan dipantai malam itu.
Kamu menatapku sambil tersenyum, dan aku tau kenapa kamu begitu.
“malam di pantai ini akan selalu terasa indah jika bersamamu, bahkan jauh lebih indah dari apapun yang ku rasakan selama ini” setiap hari selama empat tahun aku selalu menanti kedatangan orang yang namanya kutulis dipohon itu...
**
Hingga akhirnya aku sadar bahwa detik ini kamu dan aku tidak akan lagi bersatu seperti dulu......
***** 
CR/1




9 April 2015

AIR UNTUK MUSAFIR



AIR UNTUK MUSAFIR
Presented By : Ibnu Sani Marlius



Hai... kenalin, nama gw fadli. Gw seorang mahasiswa semester 6 disalah satu universitas dikota gw. jurusan gw ilmu komunikasi. Awalnya sih gw seorang yang baik, rajin dan yang pasti taat agama. Tapi, kehidupan gw berubah 180 derajat setelah gw mengalami sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan dan bikin gw tertekan pada saat gw masih kuliah ditahun ke 2. Hingga hari ini pun gw masih trauma banget sama masa lalu gw ini. Dan ini lah yang bikin hidup gw berubah sepenuhnya. Gw yang dulu baik, berubah menjadi jahat, mungkin lebih. Gw yang dulu rajin, berubah jadi pemalas. Dan bahkan gw yang dulu taat agama, sekarang gw gak ingat lagi, kapan terakhir kali gw shalat, entah kapan terakhir kali gw baca Al-quran. Hidup gw sekarang tak ubahnya seperti setan. Hanya penuh dengan kejahatan, hura hura, pokoknya semua yang menurut gw bisa bikin gw senang. Dunia malam adalah dunia gw, narkoba bisa dikatakan sebagai nafas gw, gw yang dulu hobi banget minum teh gelas, sekarang minum minuman keras. Dan buat gw itu menyenangkan. Kehidupan gw saat ini bikin gw lupa sama trauma masa lalu gw.
Mungkin lu bingung, apa sebenarnya yang gw alami sampai segitu parahnya kehidupan gw sekarang. Dulu, ketika gw masih kuliah ditahun kedua, gw sempat akan diberhentikan kuliah oleh orang tua gw hanya karena IP gw rendah. Tapi gw gak mau menerima keputusan itu, dan bikin gw ngamuk habis habisan dirumah. Hingga gw bentak bentak orang tua gw. dan pada saat itu tak satupun yang berada dipihak gw, sampai abang gw yang pertama melayangkan sebongkah tinju kemuka gw yang cukup membuat hidung dan bibir gw berdarah. Gw gak terima diperlakukan seperti itu, pada saat itu gw benar benar dikuasaai setan sehingga tak ada satupun yang bisa membendung emosi gw. dengan  penuh emosi, dua buah vas bunga dari keramik gw lemparkan kearah abang gw dan tepat mengenai kepalanya. Hingga akhirnya dua vas bunga ini lah yang merenggut nyawa abang gw, karena pendarahan diotak nya.
Sejak saat itu semua keluarga gw membenci gw dan bahkan kedua orang tua gw bilang kalau gw bukan anaknya lagi, dan mereka jugalah yang mengusir gw dari rumah. Sejak kejadian itu gw gak pernah lagi pulang kerumah, dan bahkan gw gak pernah  tau keadaan keluarga gw. pernah  suatu saat gw pulang kerumah dan berharap orang tua gw sudah memaafkan gw, tapi gw salah, orang tua gw malah melempar gw menggunakan batu bata saat gw berdiri didepan rumah. Dan sampai sekarang gw gak pernah pulang lagi, dan biaya gw kuliah hanya dari penghasilan gw yang gak seberapa.
Bisa dikatakan saat ini gw adalah seorang berandalan yang berstatus mahasiswa. Salah satu yang menjadi hobi gw saat ini adalah berpacaran dan jadi selingkuhan tante tante kaya yang bisa gw manfaatin buat memenuhi semua kebutuhan hidup gw. termasuk bayar kuliah gw. meskipun hidup gw penuh dengan narkoba dan minuman keras, tapi pergaulan bebas adalah sesuatu yang  paling gw hindari.
“bro.. gw udah kere nih, uang kos udah numpuk 3 bulan. Cari mangsa yok” ujar Randi sambil memecah lamunan gw. “eh.. yang kemaren lu kemana in ??mintak sama dia aja” jawab gw dengan nada santai. “yaelah broo, yang  kemaren mah gak kaya kaya amat, gw mau cari yang baru aja, yang duitnya lebih banyak” ujar Randi sambil melempar sepotong bantal kearah gw. “terserah lu aja dah  bro, gw mah aman hahaha.” Timpal gw sambil beranjak ke kamar mandi. Yah begitulah,, Randi merupakan teman yang gw kenal lebih kurang 4 bulan lalu di sebuah klub malam yang ternyata hidupnya  lebih ancur dari gw, dan sejak kenal sama dia gw lebih enjoy lagi, karena nasib kita sama.
Pagi ini gw sama Randi dengan keadaan mabuk tengah mengendarai motor  pulang dari club malam. Jalanan yang masih sepi cukup bikin semangat kita terpacu buat ugal ugalan dijalan. Sampai akhirnya disebuah persimpangan kita nyaris nabrak seorang gadis yang mau nyebrang jalan. Untung tu gadis Cuma lecet sikut sama dengkulnya doang. “eh  lu kalo nyebrang tu pakek mata dong” hardik gw. “maaf, tapi saya sekedar mengingatkan, bawa motor yang hati hati” ucap gadis itu dengan nada lemah lembut dan menundukkan pandangannya. Setelah gw perhatikan dengan seksama ternyata gadis itu juga merupakan mahasiswa dikampus gw yang belakangan gw kenal namanya Intan dari jurusan hukum. Intan adalah seorang gadis cerdas dan sholehah. Kebaikan dan keramahannya pun terkenal dikalangan kampus gw. bahkan ia juga merupakan mahasiswa berprestasi dan pernah diikut sertakan dalam pertukaran pemuda antar negara ke korea selatan. Tapi gw tidak terlalu suka dengan sikap dan penampilannya. Memang dia punya wajah yang cantik, tapi menurut gw wajah cantik nya itu gak ada gunanya kalo penampilannya udik plus katro. “eh,, udah jelas jelas lu yang salah pakek sok sok ingatin orang lu” bentak Randi. “udah ah, cewek kayak gini mah  gak usah diladenin, buang buang waktu doang” ucap ku sambil kembali menjalankan sepeda motor yang  kami duduki.
Sesampainya dikos, entah datang dari mana ide itu, tiba tiba saja Randi ngajak gw taruhan. “eh bro.. kalo gw liat liat tu cewek cantik juga ya” ucap Randi sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur. “iya sih tu cewek cantik, tapi lu liat aja gaya nya.. norak, udik, kampungan” celoteh gw sambil ngotak atik Hp gw. “lu kenal sama tu cewek” tanya Randi. “kenal gak sih, tapi gw tau tu cewek. Kenapa lu nanya  gitu??” gw mencoba menyelidiki alasan Randi menanyakan hal itu. “kita taruhan yok, kalo lu bisa dapetin tu cewek dalam waktu 2 bulan, gw yang bayar uang kos lu selama 6 bulan ?? gimana, berani gak lu?” tantang Randi. “gak ah.. males gw. ngapain coba gw deketin tu cewek udik” dengan nada malas gw menjawab pertanyaan Randi. “alaaahhh bilang aja lu gak berani, cemen lu kampret. Hahhahhah” ejek Randi. Ejekan ini cukup bikin gw panas. “kampret lu. Okeh kalo gitu, gw ladenin tantangan lu. Lu liat aja. Dalam waaktu 2 bulan tu cewek bertekuk lutut dihadapan gw” gw meladeni tantangan si Randi. “okeh.. gw tunggu. Pegang kata kata lu” celoteh Randi dengan nada senang.
Tanpa terasa waktu 1 bulanpun berlalu. Gw lumayan akrab dengan intan. Dan intan pun sangat amat welcome dan mau bersahabat dengan gw, meskipun dia tau kalo gw pernah hampir mencelakakan dia. Ada banyak hal yang gw dapat dari Intan. Meskipun gw baru mengenalnya selama 1 bulan, tapi gw ngerasa gw udah kenal lama sama dia. Gw nyaman banget berada dekat dia. Dan bahkan baru 1 bulan gw kenal sama intan, dia udah bawa perubahan besar dalam hidup gw, dia ajarin gw shalat, dia ajarin gw ngaji dan hal hal lain tentang agama yang selama ini gw tinggalin. Tapi intan gak pernah tau kehidupan  gw sebenarnya. Dan gw berniat ingin  mengatakan  yang sebenarnya kebidupan gw pada intan.
“Fadli, ke masjid yok. Udah adzan zuhur ni” ucap Intan sambi menutup buku buku yang sedang kami pelajari diperpustakaan kampus. Meskipun kami tidak sejurusan, Intan  dengan iklas mau bantuin gw belajar. “iya ntan. Nanti abis zuhur  ada sesuatu yang mau aku biacarain sama kamu” balas gw sambil menyimpan buku buku yang berserakan dimeja. “oh. Okok..” balas Intan  dengan senyum manis tersungging diwajahnya.
Setelah mendirikan shalat zuhur dimasjid kamipun  kembali ke perpustakaan. “fadli, katanya tadi kamu mau ngomong. Mau ngomong apa??” ucap intan mengusir keheningan. “oh iya. Aku mau bilang sesuatu  sama kamu tentang kehidupanku yang sesungguhnya. Tapi aku takut, kalau kamu gak mau lagi mengenal aku karena ini” ucap ku dengan ragu dan cemas. “fadli...... kalo kamu mau cerita, cerita aja, aku pasti mendengarkan dengan baik, dan kalo aku bisa bantu pasti aku bantu. Kamu percaya sama aku fadli.... apapun itu sebagai sesama manusai kita harus saling tolong menolong, dan apapun yang akan kamu ceritakan, aku  janji gak bakal jauhin kamu..” ucap Intan mencoba memberikan kepercayaan.
gw rasa, gw benar benar jatuh cinta sama Intan. Orang yang gw nilai udik, katro, kampungan dan lain lain, ternyata dia lah yang bikin gw jatuh hati, dengan ke sholeha-an dia, kebaikan nya, keramahan  nya dan sikap sikapanya yang menyejukkan hati setiap lelaki.
Setelah mendengar peryataan intan yang selalu mensupport gw, gw pun menceritakan kehidupan gw yang sesungguhnya dan berharap Intan gak bakal menjauhi gw. dan ternyata, apa yang gw harapkanpun terjadi, intan malahan nasehatin gw, dan memotivasi gw untuk berubah. “fadli,, aku paham apa yang kamu rasakan, tapi kamu jangan berlarut larut dengan kesedihan masa lalu. Hidupmu masih panjang, masih  banyak hal hal yang bisa kamu lakukan selain menangisi masa lalu. Yang berlalu biar lah berlalu, dan sekarang kamu haruss fokus untuk masa depanmu, ubah masa lalu  mu  dangan masa depan yang cerah. Jadikan masa lalu sebagai cermin untuk memperbaiki diri dimasa  depan. Fadli.. this not the end of your life. Open your mind, open your heart. And I will stand beside you. And allah always with us” ucap Intan  memotifasi gw. mendengar kata kata yang dilontarkan  Intan, tanpa gw sadari butiran air mata mengalir dipipi gw. beribu penyesalan hadir dibenak gw, tapi belum terlambat untuk menyesal, karena masih ada waktu untuk memperbaiki.
Sejak saat itu,  hidup gw benar benar berubah. Kehadiran Intan bagaikan hujan yang turun ditengah terik mentari, bagaikan cahaya ditengah kegelapan dan seperti air ditengah gurun. Sejak itu, gw gak pernah lagi mengenal dunia malam, diskotik, minuman keras, narkoba dan menjadi selingkuhan tante tante kaya. Dan gw juga udah pindah kos, dan jauh dari Randi, orang yang membawaa pengaruh buruk buat gw. dan beberapa hari yang lalu gw untuk pertama kalinya pulang kerumah, setelah  beberapa tahun gak pernah pulang. Dengan beruraian air mata, gw berlutut dihadapan kedua orang tua gw meminta maaf atas semua kesalahan yang gw buat. Gw cuci kaki kedua orang tua gw sebagai bentuk tanda bakti gw kepada mereka, sambil memohon agar mereka memaafkan anak mereka ini. Dengan ridho dan kuasa allah, tak ada yang tak mungkin, sebenci apapun orang tua pada anaknya, pasti jauh didalam lubuk hati mereka, mereka sangat mencintai buah hati mereka. Orang tua gw pun memaafkan gw, betapa bahagianya perasaan gw. Hidup gw kini benar benar damai. intan adalah manusia berhati malaikat yang diutus allah untuk selalu membimbing setiap langkah gw.
Allah tidak pernah tidur, allah akan memberi apa yang hambaNya butuhkan, bukan apa yang hambaNya inginkan. Dan allah memberi, lewat orang, dan jalur yang tidak pernah kita kira.
*THE END*

4 April 2015

PANTUN 1


Enak-enak makan ketupat
Makannya di pinggir kali
Lebih baik kita terlambat
dari pada tidak sama sekali

Makan duku
di rumah asih
sekian dulu 
terima kasih,,,,

By: SN

3 April 2015

Ketika Tuhan Merangkul Hamba-Nya

Ketika Tuhan Merangkul Hamba-Nya
Created by : Ibnu Sani Marlius

Mereka bilang aku kuat, aku hebat, dan bahkan perfect.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar itu.
Seakan ada kebanggaan tersendiri dalam diri ini.
Tapi, semua pendapat itu selalu membuat aku berfikir dan bertanya.
Andaikan mereka tau keadaan sebenarnya orang yang mereka puji ini.
Masih maukah mereka berpendapat demikian ??

Disaat sebatang pohon besar yang mereka lihat kokoh.
Tetap berdiri tegak, bahkan disaat diterpa badai sekalipun.
Seakan tak ada satupun yang mampu merobohkannya.
Tapi, didalam batangnya yang besar, dan keras,
Hanya ada ribuan ulat dan serangga yang terus menggerogoti.

Apakah mereka masih mau melayangkan pujian itu ??
Disaat mereka melihat ribuan ulat dan serangga itu.

Aku hanya berharap ini bukan takdirku dimasa depan.
Ini  hanya masalah waktu, niat, dan usaha.
Dengan kesempurnaan niat
Dan dengan usaha yang keras.
Maka akan ada waktu yang tepat.
Dimana allah akan datang mengulurkan tangan tangan indahnya.
Untuk merangkul hambanya yang punya tekad dan usaha yang kuat.

Disaat allah mengulurkan tangan tangan indahnya.
Maka disaat itulah ribuan ulat dan  serangga.
Tidak akan pernah bisa merobohkan sebatang pohon besar.
Akan tetapi, ulat dan serangga ini yang akan musnah.

KAMU DAN SEBUAH HATI

KAMU DAN SEBUAH HATI

By: Loly Via Handayani

Kamu, dan sebuah hati…
Selalu kuharap hadir dalam mimpi
Mewarnai sendi-sendi hari
Menghiasi sudut-sudut hati

Kamu, dan sebuah hati…
Takkan ada yang mengerti
Bagai cinta kayu kepada api
Ibarat cinta kaca kepada luka
Seperti cinta domba kepada serigala

Kamu, dan sebuah hati…

Hanya akan saling menyakiti

PERSAHABATAN BERAKHIR TRAGEDI

PERSAHABATAN BERAKHIR TRAGEDI
Created by : ibnu sani marlius

“Tuuutttt.....tuuuuttt...tuuuuuttt” “tuuuuttt....tuuuutt...tuuuuutt”lebih kurang seperti itu lah bunyi getaran HP dimeja samping tempat tidurku yang  cukup mengganggu.  Dengan sangat malas kubuka pelupuk mata yang kurasakan beratnya mencapai dua ton. Dan ku raih HP  untuk segera mematikan alarm yang tadi malam ku atur. Ku matikan alarm dan akupun melanjutkan petualangan ku dipulau kapuk kembali. Tak berselang waktu yang lama, adzan subuh pun berkumandang, menandakan waktu subuh sudah datang. Kumandang adzan subuh nan begitu indah menyejukkan hati diselingi oleh suara kokokan ayam jantan yang menambah kental suasana subuh. Dengan segera aku bangun dari tempat tidur, dan berusaha untuk tidak menghiraukan ajakan setan untuk tidak melaksanakan shalat. Dengan sedikit terseok seok ku angkat kaki ku untuk melangkah kekamar mandi untuk berwudu. Brrrrrr... lumayan dingin air pagi ini. Dinginnya air dipagi ini barulah membangunkanku seutuhnya.
Setelah berwudu akupun segera menunaikan kewajiban ku untuk shalat subuh. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah subuh ku, akupun membaringkan tubuh dikasur sembari mengacak acak isi HP. dan tampa kusadari empuknya kasur membawaaku kembali kedunia mimpi.
“leoo... leo...!!! bangun, sarapannya udah siap” sayup sayup suara ibu terdengar membangunkan ku. Dengan kepala sedikit sakit ku angkat tubuhku dari tempat tidur dan kulihat jam dinding. Alangkah kagetnya aku saat melihat jarum jam berada diposisi angka delapan. “hooalaahh,,, udah telat ini” dengan segera aku berlari kekamar mandi. Dan tiba tiba. “aduuhhh.....sakit” aku menjerit sekuat kuatnya lantaran aku tergelincir dikamar mandi. Dan pagi itu pantat ku lumayan sakit setelah menerima terapi kejut dari lantai kamar mandi. Untunglah bagian tubuh lain tidak ada yang cidera.
Setelah selesai mandi kukenakan baju seragam SMA ku dengan lengakap. Dan  setelah itu aku segera berlari menuruni tangga dan berpamitan pada ibuu dan ayah. “ma..pa.. leo berangkat sekolah ya.. gak usah sarapan. Udah telat.. hari ini juga ujian try out” tiba tiba saja adik perempuanku naila menyela “ciiieeee yang rajin. Hari minggu aja mau berangkat kesekolah.. haha” akupun kebingungan mendengar ocehan naila. “ya elah nai..kamu gak sekolah apa. Pakek bilang ssekarang minggu lagi. Udah jelas jelas sekarang senin”. “leo.. kamu ngigo ya.. adek mu ini betul, hari minggu kok mau ke sekolah” kritik papa. Akupun terdiam sejenak dan melihat kalender Hp untuk memastikan kebenarannya. “jadi sekarang minggu, bukan senin ??”. “iya leeooo..” jawab mama.  Aku pun kembali ke kamar ku untuk mengganti seragam sekolah yang melekat ditubuhku. Pagi hari yang sejuk dengan udara yang segar hari ini menjadi hari sialku. 

Setelah menghabiskan sarapan ku, akupun beralih tongrongan kedepan TV. Hanya satu tujuan ku. Apa lagi kalau bukan menonton kartun faforit ku dari TK, doraemon. Akhir pekan yang cukup menyenang kan, sejenak aku melupakan seluruh hiruk pikuk dan tugas sekolah yang setiap hari selalu menumpuk menunggu untuk dikerjakan. Tiba tiba saja suara dering HP mengejutkan ku. Akupun  menghampiri Hp yang ku letakan diatas meja tak jauh dari tempatku bermalas malasan menonton TV. “tumben kania nelfon hari minggu gini, ada apa ya ?” fikir ku. Tanpa fikir panjang lagi segera ku angkat telfon  dari kania. “assalamualaikum kania, ada pa ?”. “waalaikumsallam leo. Pergi main yuk. Bosan  ni gak ada kerjaaan dirumah.” Ujar suara diseberang sana. “main kemana ?”. “ketaman buah yok. Udah lama aku gak ke sana” ujar kania dengan bersemangat.”iya deh kamu tunggu dirumah kamu ya, aku siap siap dulu”. “ok ok siip..”jawaab kania dan langsung mematikan telfon. Yaahh... seperti ini lah kelakuan sahabatku yang  satu ini, tak pernah berubah semenjak kecil. Petakilan, ceplas ceplos. Tapi sifatnya itulah  yang sering kali membuatku tersenyum. Bahkan disaat aku drop sekalipun. Kami memang sudah bersahabat semenjak kami masih TK, dan kami berharap sampai kami meninggal kelak. 
Setelah bersiap bersiap dan berpamitan kepada ayah dan ibu, akupun segera melaju kerumah kania menggunakan motor vixion kesayanganku. “assalamualaikum.. kaniaa”sambil mengetok pintu rumah kania. “waalaikumsallam. Masuk aja leo, aku pakek jilbab  dulu” saahut kania dari dalam kamarnya.akupun masuk dan menunggu kania diruang tamu. Aku agak sedikit dikejutkan dengan suara mama kania yang keluar dari pintu belakang “eh leo.. udah sampe. Mau pergi kemana ??” tanya mama kania. “iya tente.. kania ngajakin ketaman buah di kandi tante”. Jawaab ku dengan nada santai tapi sopan. Memang keluarga kania sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri, begitupun kania mengangagap keluarga ku seperti keluargganya sendiri. Persahabatan antara aku dan kania seolah olah meneruskan persahabatan antara mama ku  dan mama kania.
Setelah berpamitan dengan mama kania, kami pun segera berangkat ketempat tujuan. Cuaca hari ini sangat bersahabat, sinar matahari pagi menyusup diantara dedaunan pohon pohon yang sengaja ditanam dikiri kanan jalan. Angin sepoi sepoi pun  turut menghiasi pagi itu. Suasaana pagi yang nyaman makin sempurna saat burung burung saling berkicau bersahut sahutan.  
Sesampainya ditaman buah, aku  pun memarkir motor ku ditempat parkir yang telah disediakan. Dan kami pun segera memasuki areal kebun buah. Masih belum terlalu banyak pengunjung karena masih pukul 11 tengah hari. Disana, mata kami dimanjakan  dengan pemandanga hijau nan  begitu indah. berbagai jenis buah buahan ditanam dengan  susunan yang sangat apik. “leo,, senyuuum”  tiba tiba saja kania langsung berdiri disampingku  dengan mengacungkan tongsis lengkap dengan Hp nya  yang sudah siap untuk memotret. “ahahhaa.. liat ni ekpresimu, lucu..hahah” ujar kania sambil tertawa terbahak bahak. “kania.. hapus itu foto, kalo gak jangan salahkan aku kalo aku ambil Hp mu” sahut ku  mencoba memperingatkan kania. “hahah gak mau.. coba aja ambil kalo bisa.. weeekk” kania pun berlari menjauh dari ku. tiba tiba saja, kaki kania tersaangkut pada akar pohon dan kania pun terjatuh ke tanah. “aw....sakit..” teriak kania. “jiiahahahha... rasain.... hahah kan kan, kamu sih main main sama aku. Kualatkan. Hahh” seketika akuu tertawa melihat kania terjatuh sambil berjalan mendekatinya. “ish ish ish..gak lucu tau.” Ujar kania sambbil membersihkan celananya dari tanah. “sini biar aku bantu. Mana yang sakit” akupun memegang lutut kania. “leooooo... itu yang sakit. Jangan dipegang..” kania menjerit dan memukul tangan ku. “ooo ini toh... sory sory.”jawab ku dengan  tampang sok polos. “bantui berdiri” ucap kania sambil mengulurkan tangannya. Akupun membantu kania untuk berdiri. Dan untungnya kania tak apa apa, hanya lututnya yang sedikit sakit karena terbentur ke tanah.
Setelah puas mengelilingi taman buah, kamipun pulang, karena hari sudah siang, dan kamipun belum shalat zuhur. Akhir pekan kali ini sangat ku nikmati. Dan malam ini aku langsung tertidur karena kelelahan. Untungnya besok pagi tak ada tugas, melainkan hanya ujian try out, dan akupun sedaang malas belajar. 
Jam menunjukkan pukul 3 dinihari. Aku terbangun  dengan  keringat bercucuran ditubuhku. Baru  saja aku mengalami mimpi buruk yang amat mengerikan bagi ku. Aku bermimpi, sahabatku kania, meninggal kaena kecelakaan. Aku terus memikirkan mimpi itu. Sudah ku coba sekuat mungkin untuk tidak memikirkan mimpi itu, tapi tetap saja mimpi itu hadir dibenakku. Semakin kuat aku mencoba berhenti memikirkannya, semakin kuat pula mimpi itu terlihat dalam fikiran ku. Aku cemas, takut dan gelisah. Bagaimana jika mimpi itu menjadi pertanda buruk. Berbagai pertanyaan hadir dipikiranku. Aku pun tidak bisa tidur hingga pagi menjelang.
Pagi ini aku berangkat kesekolah  bersama kania. Dibenakku masih bergelantukan mimpi yang ku alami tadi malam, sehingga beberapa kali kania memperingatkan  ku karena motor yang ku kendarai nyaris bersenggolan  dengan sebuah mobil. “leo, kamu kenapa ??, hati hati  dong bawa motornya. Kamu lagi ada masalah ??”tanya kania sambil memegang bahu ku. Sejenak aku  terdiam, bingung mau menjawab apa. “he.eh..a aku gak apa apa kok. Agak ngantuk aja” jawab ku sambil berusaha menyembunyikan yang sebenrnya ku alami. Walau bagaiman pun, aku  tak ingin kania takut, karena mengetahui apa yang ku alami.
Hari ini, aku tak henti hentinya memikirkan mimpi ku tadi malam, karena mimpi  ini tak pernah ku alamai sebelumnya. Bahkan aku berkali kali ditegur pengawas karena melamun saat ujian. Untung saja ujian try out hari ini hanya 1 mata pelajaran. Disaat aku  sedang mengemasi buku bukuku kedalam tas, kania datang menghampiriku. “leo..pergi main dulu  yuk, abis itu baru pulang ke rumah” ujar kania dengan senyum terukir lebar diwajahnya. Akupun heran, tak biasanya kania pergi main sepulang sekolah. Biasanya sepulang sekolah ia pasti pulang kerumah dulu, setelah itu ia baru melanjutkan  kegiatannya  diluar rumah. Hal ini semakin menambah  pertanyaan diotak ku. Ada apa ini sebenarnya. Apakah ada hubungannya sikap kania ini dengan mimpi ku tadi malam. “leoo.. kok diam..ayokk..kita pergi main dulu. Bentar kok. Mau yaa.. plisss”ucap kania sambil menepuk bahu ku. “eh... iya iya” jawab ku. Aku beruaha menghalau semua  fikiran buruk yang ada diotak ku. mungkin saja kania ingin mencari suasana baru dimasa masa terakhir di SMA.
Setelah puas berjalan  jalan kami pun pulang kerumah. Aku mengantarkan kania pulang kerumahnya. “leo.. mulai besok kamu gak usah jemput aku lagi ya. Kamu sendiri aja ke sekolahnya.” Ujar kania  dengan tersenyum sambil turun dari motor ku. “emang kenapa, kan biasanya kita berangkat bareng terus” timpal ku dengan bingung. “aku udah ada yang  jemput soalnya. Eh udah dulu ya, aku mau masuk dulu. Byee leoo.” Ucap kania sambil melemparkan senyum manisnya. Dan  ia pun berlalu begitu saja. Aku semakin bingung dengan  semua kejadian hari ini. Karena aku belum shalat zuhur, aku pun bergegas pulang kerumah masih dengan segenap kebingungan ku.
Malam ini, kota sawahlunto diguyur hujan, dan aku masih berdiaam diri dikamar sambil membaca Al Quran untuk menangkan pikiran ku. setelah membaca Al Quran aku melihat Hp ku, dan ternyata ada 5 panggilan tak terjawab dan 3 sms masuk dari kania. Aku membuka sms pertama kania. “leo. Tolong jemput aku, tadi abis magrib aku kerumah  annisa, dan dia gak ada dirumah, dan  aku mau pulang tapi ujan. Gak ada yang bisa aku tumpanginn buat pulang”. Tulis kania dalam sms pertamanya,  sms kedua kania juga berisi pesan yang sama. Dan betapa kagetnya aku saat membaca sms ketiga kania. “leo, kamu  gak usah jemput aku, saat kamu baca sms ini mungkin aku udah ada yang jemput. Maaf aku ngerepotin kamu. Aku sayang kamu sahabat. Kita akan selalu bersahabat sampai kapan pun” tulis kania dalam pesannya.
Tak berselang waktuyang lama, orang tua kania datang kerumah ku mencari kania. Aku sangat terkejut, karena ternyata kania  belum pulang, tetapi dalam pesannya ia mengatakan  sudah ada yang menjemput. “jadi.. kania belum pulang tante??”tanya  ku. “belum leo, dari selepas magrib kania pergi, katanya ingin ke rumah annisa, tapi sampai sekarang masih belum pulang. Tante khawatir. Karena kania tidak biasanya keluar malam,” ujar mama kania dengan berurai air mata dan dengan ketakutan dan kecemasan yang tergambar jelas diwajahnya. Akupun mulai khawatir, dan fikiranku tidak tenang. Aku takut terjadi apa apa pada kania. “ma.. tante..aku mau pergi keluar, cari kania, mungkin dia sedang berhenti karena kehujanan dijalan ke rumah annisa.” Ujar ku sambil mengenakan jaket. “tapi diluar masih ujan leo, kita tunggu ujannya reda dulu” sahut mama. “gak ma, ujannya gak bakal reda, lagian kasian kan kania diluar sana kedinginan”. “udah kita cari sekarang aja, pakek mobil papa.”kata papa menengahi. Akhirnya, aku, ayah, ibu dan  kedua  orang tua kania pergi mencari kania. diperjalanan kearah rumah annisa, kami dikagetkan dengan sesuatu tergletak dipinggir jalan, dan papa pun mrnghentikan mobilnya. Betapa kagetnya kami, saat benda yang tergeletak ditepi jalan yang sepi itu terkena cahaya lampu mobil. Ternyata itu adalah seorang wanita yang berlumur darah tergelatak tak bernyawaa. Suasana pun semakin mencekam, yang ada dalam pikiran kami sama, berharap itu bukan kania.
Kami pun turun dari mobil. Hujan masih deras. Segera kami menghampiri wanita itu. Seorang wanita yang tergeletak ditepi jalan ditengah hujan deras dengan berlumur darah, karena menjadi korban  tabrak lari. Aku terkejut, dan menangis sekuat kuatnya saat mengetahui kalau itu adalah kania, sahabat ku dari kecil. Orang yg paling mengerti aku. Mama kania langsung pingsan tak sadarkankan diri. “kaniiiaaaaaaa.........bangun kaniaaa...” aku berteriak sekuat kuatnya sambil memeluk jasad sahabat ku yang malang. Semua terasa berubah, seakan tak kan ada lagi kebahagian yang menghampiri ku. penyesalan datang bertubi tubi dibenakku. Andai saja aku  mmbaca sms kania lebih awal, pasti ini semua  tidak akan terjadi. Tapi kini tak ada lagi yang bisa diperbuat, kania sudah pergi untuk selama nya. Hujan yang deras, seakan ikut menangisi kepergian kania yang begitu tragis.

Sekarang aku hanya bisa berdoa, semoga allah menempatkan  sahabatku ditempat terbaik, dan mengampuni segala kesalahannya.