15 Mei 2016

CONTOH PANDUAN MATA KULIAH YANG DIAMBIL

Jurusan : Administrasi Pendidikan
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
1). Matakuliah Umum
A. Wajib
1  UNP042  Pancasila  2  2  0  0  3
2  UNP003  Pendidikan Kewarganegaraan  2  2  0  0  3
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
55
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
3  UNP004  Bahasa Indonesia  2  2  0  0  1
4  UNP030  Pendidikan Agama  3  3  0  0  1
Jumlah SKS  9  9  0  0  
B. Pilih 2 dari 6 SKS
1  UNP005  Bahasa Inggris  2  2  0  0  4
2  UNP028  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar  2  2  0  0  4
3  UNP029  Ilmu Kealaman Dasar  2  2  0  0  4
Jumlah SKS  6  6  0  0  
2). Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK)
A. Wajib
1  UNP148  Dasar-dasar Ilmu Pendidikan  3  3  0  0  1
2  UNP149  Psikologi Pendidikan  3  3  0  0  2
3  UNP150  Filsafat Pendidikan  2  2  0  0  3
4  UNP151  Bimbingan dan Konseling  2  2  0  0  5
5  UNP152  Administrasi dan Supervisi
Pendidikan
2  2  0  0  6
Jumlah SKS  12  12  0  0  
3). Matakuliah Bidang Keahlian (MKBK)
A. Wajib
1  AIP106  Manajemen Kurikulum  3  2  1  0  3
2  AIP108  Manajemen Sumber Daya
Manusia
3  2  1  0  2
3  AIP109  Manajemen Sarana dan
Prasarana
3  2  1  0  2
4  AIP110  Manajemen Keuangan  3  2  1  0  2
5  AIP112  Manajemen Peserta Didik  3  2  1  0  2
6  AIP116  Komunikasi Organisasi  3  2  1  0  1
7  AIP201  Filsafat Dan Teori Manajemen  3  3  0  0  1
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
56
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
8  AIP204  Psikologi Manajemen  3  2  1  0  3
9  AIP205  Sosiologi Pendidikan  2  2  0  0  1
10  AIP207  Manajemen Kantor dan
Ketatausahaan
6  2  4  0  2
11  AIP718  Dasar dasar Pengembangan
Organisasi
3  2  1  0  3
12  AIP719  Pengawasan dan Supervisi
Pendidikan
5  2  3  0  4
13  AIP720  Kepemimpinan  4  2  2  0  4
14  AIP721  Sistem Informasi Manajemen  3  1  2  0  4
15  AIP729  Manajemen Layanan Khusus
Pendidikan
4  2  2  0  5
16  AIP730  Analisis Kebijakan dan
Pengambilan Keputusan
4  2  2  0  6
17  AIP733  Manajemen Satuan Pendidikan  2  2  0  0  6
18  AIP734  Seminar Manajemen  4  0  4  0  6
19  AIP739  Public Relation  2  1  1  0  3
20  AIP741  Perencanaan Pendidikan I  3  2  1  0  3
21  AIP742  Perencanaan Pendidikan II  3  2  1  0  5
22  AIP743  Praktek Lapangan
Manajemen/Administrasi
Pendidikan I
4  0  0  4  7
23  AIP744  Praktek Lapangan
Manajemen/Administrasi
Pendidikan II
4  0  0  4  7
Jumlah SKS  77  39  30  8  
4). Matakuliah Keterampilan Proses Pembelajaran (MKKPP)
A. Wajib
1  AIP722  Evaluasi Pembelajaran  3  1  2  0  4
2  AIP723  Strategi Pembelajaran  3  2  1  0  4
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
57
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
3  AIP728  Perencanaan Pembelajaran  3  2  1  0  5
4  AIP731  Pembinaan Keterampilan
Mengajar
4  1  3  0  6
Jumlah SKS  13  6  7  0  
5). Matakuliah Pengembangan Pendidikan (MKPP)
A. Wajib
1  AIP143  Komputer II  2  1  1  0  2
2  AIP202  Penulisan Karya Ilmiah  3  1  2  0  1
3  AIP203  Komputer I  3  1  2  0  1
4  AIP208  Kewirausahaan  3  2  1  0  6
5  AIP724  Manajemen Mutu Terpadu  2  2  0  0  4
6  AIP725  Manajemen Diklat  5  2  3  0  5
7  AIP727  Bahasa Inggris Administrasi
Pendidikan
3  2  1  0  3
8  AIP732  Manajemen Proyek  2  2  0  0  6
9  AIP740  Metodologi Penelitian dan
Pengolahan Data
6  2  4  0  5
Jumlah SKS  29  15  14  0  
B. Pilih satu dari dua mata kuliah
1  AIP737  Tugas Akhir  4  0  0  4  8
2  UNP013  Skripsi  6  0  0  6  8
Jumlah SKS  10  0  0  10
UNP003   Pendidikan Kewarganegaraan 2 SKS
Memberikan pengertian tentang pendidikan kewiraan yang
mencakup Wawasan Nusantara, kelangsungan hidup bangsa melalui
TANAS, pengembangan pengertian POLSTRA HANKAMNEG, dan
pembahasan tentang sistem HANKAMRATA
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
58
UNP004   Bahasa Indonesia 2 SKS
Membina dan mengembangkan keterampilan menggunakan Bahasa
Indonesia  sebagai media penyampaian ilmu pengetahuan. Aksentuasi
perkuliahan pada keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan
benar baik lisan maupun tertulis dalam karangan ilmiah, dan surat
menyurat, dengan memahami struktur kalimat, pengembangan
paragraf, membuat paragraf, membuat komentar, membuat
kesimpulan dan resensi
UNP030   Pendidikan Agama 3 SKS
Terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berpikir filosofis, bersikap
rasional dan dinamis berpandangan luas, serta menghargai kerja sama
antar umat beragama dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu,
teknologi dan seni untuk kepentingan nasional
UNP005   Bahasa Inggris 2 SKS
Membina dan mengembangkan kemampuan membaca buku-  buku
teks dalam bidang studi dan bidang kependidikan yang berbahasa
Inggris
UNP042   Dasar-dasar Ilmu Pendidikan 3 SKS
Pengkajian dan pemahaman tentang hakikat ilmu pendidikan,
landasan dan azas pendidikan, pentingnya makna ilmu pendidikan,
pendidik, dan tujuan pendidikan serta pelaksanaan praktik-praktik
pendidikan yang sesuai dengan tuntutan budaya dan masyarakat
UNP149 Psikologi Pendidikan 3 SKS
Kajian tentang penerapan konsep-konsep psikologi dalam proses
pembelajaran khususnya, pendidikan umumnya, dengan materi
meliputi teori dan konsep psikologi, konsep belajar dan pembelajaran
serta tinjauan masalah pembelajaran berdasarkan kajian psikologi.
UNP150   Filsafat Pendidikan 2 SKS
Pengkajian dan pemahaman tentang hakekat ilmu, pendidikan, aliran-
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
59
aliran dalam filsafat, hakikat manusia, berfikir kreatif dan kaitan
antara filsafat pendidikan dengan budaya
UNP151   Bimbingan dan Konseling 2 SKS
Kajian tentang konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling;
meliputi pengertian, latar belakang, tujuan, fungsi, prinsip dan asas
bimbingan dan konseling (BK). Pemah  aman tentang konsep-konsep
dasar BK tersebut terkait dengan peran personil sekolah (kepala
sekolah, pengawas sekolah, guru dan wali kelas) dalam
penyelenggaraan kegiatan BK, dalam upaya membantu
perkembangan siswa secara optimal.
UNP152   Administrasi dan Supervisi Pendidikan 2 SKS
Memiliki wawasan tentang profesi pendidik, konsep, proses, dan
ruang lingkup administrasi dan supervisi pendidikan, serta
kepemimpinan pendidikan dan mampu mengaplikasikannya dalam
pelaksanaan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan secara
professional
AIP106   Manajemen Kurikulum 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar manajemen kurikulum (pengertian,
komponen, fungsi, prinsip pengembangan kurikulum) dan proses
pengelolaan  kurikulum yang meliputi perencanaan kurikulum dan
perencanaan pelaksanaan kurikulum, pelaksanaan dan evaluasi
kurikulum. Latihan penyusunan perencanaan pelaksanaan kurikulum.
AIP108   Manajemen Sumber Daya Manusia 3 SKS
Membahas tetang konsep dasar manajemen SDM, fungsi managerial
dan operasional/proses Manajemen SDM ( perecanaan, pengadaaan,
penempatan, pembinaan dan pengembangan, kompensasi, pelayanan
kesejahteraan, penilaian kinerja serta pemberhentian dan pension)
secara teoritis, praksis, dan berlatih menggunakan instrument-instrumen manajemen SDM.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
60
AIP109   Manajemen Sarana dan Prasarana 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar manajemen sarana dan prasarana
atau sarpras (pengertian, fungsi, jenis, sistem pengelolaan sarpras),
kegiatan-kegiatan dalam manajemen sarpras (analisis dan
penyusunan rencana kebutuhan, pengadaan, penyimpanan,
penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penghapusan dan
pengawasan sarpras) serta latihan penyusunan rencana kebutuhan
sarpras dan menyusun daftar inventarisasi sarpras.
AIP110   Manajemen Keuangan 3 SKS
Membahas tentang konsep-konsep pengelolaan keuangan pemerintah
yang dialokasikan untuk kegiatan pendidikan yang meliputi
perencanaan atau perumusan anggaran, pemanfaatan, penatausahaan,
pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan, pengenalan sistem
Badan Layanan Umum, serta memberikan pengalaman melalui
pelatihan terhadap pengelola keuangan yang berkaitan dengan tata
cara merumuskan anggaran, pencatatan, pembelanjaan, mekanisme
pencairan anggaran, membuat realisasi dan pelaporan keuangan
dalam sebuah satuan pendidikan.
AIP112   Manajemen Peserta Didik 3 SKS
Membahas tentang latar belakang, ruang lingkup manajemen peserta
didik, perencanaan, penerimaan dan orientasi peserta didik baru,
manajemen program bimbingan dan penyuluhan, pengaturan disiplin
dan tata tertib sekolah, pengelompokan, pencatatan data, penguatan
pendidikan karakter, pembinaan kegiatan kesiswaan, mutasi dan
kelulusan peserta didik.
AIP116   Komunikasi Organisasi 3 SKS
Membahas konsep dasar, komponen, proses, model, prinsip dan jenis
komunikasi organisasi serta latihan komunikasi interpersonal
AIP201   Filsafat Dan Teori Manajemen 3 SKS
Membahas tentang hakekat, tujuan, prinsip, dan penerapan teori-teori
administrasi pendidikan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
61
AIP204   Psikologi Manajemen 3 SKS
Membahas pengertian, tujuan dan aplikasi teori-teori psikologi
manajemen dalam pengelolaan pendidikan
AIP205   Sosiologi Pendidikan 2 SKS
Membahas konsep dasar, prinsip, aspek nilai, norma, dan etika,
interaksi sosial, masalah-masalah sosial, budaya dan kerjasama
dalam organisasi, serta peran sosiologi dalam pembangunan
AIP207   Manajemen Kantor dan Ketatausahaan 6 SKS
Membahas tentang teori manajemen perkantoran dan ketatausahaan
dalam ruang lingkup pengelolaan pendidikan yang meliputi peranan
dan kewajiban manajemen kantor, organisasi kantor, komunikasi
kantor, tata ruang kantor, korespondensi dan penataan arsip,
perlengkapan kantor, sekretaris dan kantor, pemanfaatan teknologi
informasi dalam manajemen perkantoran,  tata kerja, prosedur dan
sistem kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, konsep dasar
ketatausahaan, fungsi dan peranan ketatausahaan, tugas-tugas
ketatausahaan serta pelatihan mengenai pengelolaan kantor dan
praktik ketatausahaan.
AIP718   Dasar dasar Pengembangan Organisasi 3 SKS
Mata kuliah Pengembangan Organisasi (PO) merupakan salah satu
mata kuliah wajib yang diikuti mahasiswa Administrasi Pendidikan
FIP UNP yang termasuk ke dalam mata kuliah wajib. Mata kuliah
dasar-dasar pengembangan organisasi,  memberikan pengalaman
belajar kepada mahasiswa bahwa dengan memiliki konsep dasar-dasar pengembangan organisasi, teori organisasi, perubahan dan
pengembangan organisasi, tingkah laku organisasi, efektivitas
organisasi, faktor pendukung dan penghambat pengembangan
organisasi, peran agen perubahan pengembangan organisasi,
mengatasi kecendrungan menolak perubahan dan arah
pengembangan organisasi sekolah masa depan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
62
AIP719   Pengawasan dan Supervisi Pendidikan 5 SKS
Membahas pengertian, tujuan, prinsip, proses, teknik, masalah-masalah pengawasan dan supervisi pendidikan serta latihan
menyusun program dan instrumen pengawasan dan supervisi
pendidikan
AIP720   Kepemimpinan 4 SKS
Membahas konsep dasar, syarat-syarat kepemimpinan, keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam kepemimpinan, fungsi -fungsi
dan peranan kepemimpinan, prinsip-prinsip kepemimpinan, teori dan
gaya kepemimpinan, kepemimpinan Panca Sila, kekuasaan dan
kewibawaan, cara mempengaruhi, kepemimpinan kepala sekolah,
dan peningkatan kualitas kepemimpinan, serta berlatih menerapkan
teknik memimpin dalam kelompok.
AIP721   Sistem Informasi Manajemen 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar, peranan, manfaat SIM dalam
kegiatan manajemen pendidikan dan pengambilan keputusan,
perkembangan teknologi informasi di era globalisasi, penciptaan,
pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan SIM, serta latihan
menggunakan SIM pada lembaga tertentu, praktek mencari dan
mengolah data untuk manajemen pendidikan.
AIP729   Manajemen Layanan Khusus Pendidikan 4 SKS
Membahas tentang konsep-konsep dan kegiatan-kegiatan dalam
manajemen layanan khusus seperti manajemen pustaka,
laboratorium, asrama, kafetaria, koperasi, transportasi dan UKS.
AIP730   Analisis Kebijakan dan Pengambilan Keputusan 4 SKS
Membahas tentang analisis kebijakan dan pengambilan keputusan
yang meliputi pengertian, latar belakang, faktor-faktor pengambilan
kebijakan dan pengambilan keputusan serta proses
pengembangannya; serta latihan menganalisis kebijakan dan
pengambilan keputusan pendidikan
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
63
AIP733   Manajemen Satuan Pendidikan 2 SKS
Membahas pengertian manajemen satuan pendidikan, tujuan, fungsi
manajemen pendidikan, jenis satuan dan aplikasi fungsi-fungsi
manajemen pendidikan tersebut dalam praktik pengelolaan
pendidikan. Semua teori, fungsi manajemen mulai dari penciptan
filosofi organisasi, visi, misi, rencana strategis dipraktikan oleh
mahasiswa agar mahasiswa mempunyai wawasan tentang hal itu.
AIP734   Seminar Manajemen 4 SKS
Membahas tata cara seminar dan berlatih  mengelola seminar dalam
rangka membahas masalah-masalah dalam manajemen pendidikan
AIP739   Public Relation 2 SKS
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar public relation,
hubungan public relation dengan fungsi manajemen, lingkup public
relation  di lembaga pendidikan ( Internal dan exsternal public
relation), kedudukan dan strategi public relation, pola komunikasi
public relation di lembaga pendidikan, Proses operational public
relation, program kerja dan aktivitas public relation, Marketing PR
dan Social PR serta hakekat keprotokolan di lembaga pendidikan.
AIP741   Perencanaan Pendidikan I 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar perencanaan dan perencanaan
pendidikan, karakteristik, prinsip , proses, jenis, pendekatan dan
teknik-teknik perencanaan.
AIP742   Perencanaan Pendidikan II 3 SKS
Membahas metodologi yang digunakan dalam menerapkan
pendekatan dan proses perencanaan pendidikan pada tingkat
nasional, regional dan institusional, serta berlatih menyusun rencana
pendidikan.
AIP743   Praktek Lapangan Manajemen/Administrasi Pendidikan I 4 SKS
Praktek pelaksanaan manajemen pada lembaga-lembaga perkantoran
baik kantor pengelola pendidikan maupun non pendidikan, yang
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
64
dilaksanakan selama dua bulan kerja.
AIP744   Praktek Lapangan Manajemen/Administrasi Pendidikan II 4 SKS
Praktek pelaksanaan manajemen pendidikan pada lembaga atau
satuan penyelenggara pendidikan, yang dilaksanakan selama satu
semester.
AIP722   Evaluasi Pembelajaran 3 SKS
Membahas konsep dasar evaluasi pembelajaran,  pembuatan alat ukur
tes dan non tes, pendekatan penilaian, dan latihan pelaksanaan
evaluasi serta analisis instrumen evaluasi
AIP723   Strategi Pembelajaran 3 SKS
Membahas tentang konsep strategi pembelajaran, komponen-komponen strategi pembelajaran,  berbagai metode mengajar,
pendekatan pembelajaran tradisional dan modern, media
pembelajaran, pengelolaan kelas dan merancang strategi
pembelajaran untuk suatu kegiatan pembelajaran.
AIP728   Perencanaan Pembelajaran 3 SKS
Membahas tentang pengertian, tujuan, ruang lingkup, prinsip dan
teknik perencanaan pembelajaran, serta latihan pembuatan
perencanaan pembelajaran
AIP731   Pembinaan Keterampilan Mengajar 4 SKS
Membahas tentang konsep pengajaran dalam bentuk kecil (Micro
Teaching), ketrampilan-keterampilan mengajar, meliputi
keterampilan membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan,
bertanya, memberikan penguatan variasi dalam mengajar, mengelola
kelas dan mengelola kelompok kecil dan perorangan serta
mempraktekan keterampilan mengajar secara terisolasi dan
terintegrasi.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
65
AIP143   Komputer II 2 SKS
Pemantapan kemampuan penguasan aplikasi komputer untuk
pengelolaan pendidikan yang mencakup aplikasi; perkantoran;
databased, dan pengolahan data.
AIP202   Penulisan Karya Ilmiah 3 SKS
Membahas  pengertian, tujuan, syarat dan teknik penulisan karya
ilmiah, serta latihan membuat karya ilmiah
AIP203   Komputer I 3 SKS
Pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak serta fungsinya,
system operasi pemrosesan data untuk keperluan surat menyurat d an
dokumentasi kantor, penghitungan sederhana dengan memanfaat
fungsi-fungsi statistic, serta desain presentasi untuk menunjang
praktik-praktik pendidikan.
AIP208   Kewirausahaan 3 SKS
Membahas hakekat, peranan dan kiat-kiat berwirausaha sebagai sikap
mandiri
AIP724   Manajemen Mutu Terpadu 2 SKS
Membahas pengertian, fungsi, tujuan, prinsip, dan teknik Manajemen
Mutu Terpadu, memberikan pemahaman tentang perencanaan,
pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi dalam Manajemen Mutu
Terpadu serta latihan menyusun program Manajemen Mutu Terpadu
AIP725   Manajemen Diklat 5 SKS
Membahas konsep manajemen diklat dalam meningkatkan
kompetensi personil kependidikan melalui kajian konsep pelatihan,
proses pelatihan, rancangan dan fasilitas pelatihan, konsep
pembelajaran, orientasi dan pelatihan personil, efektivitas pelatihan,
teknik pembelajaran yang efektif, penyiapan bahan pembelajaran,
praktek pengorganisasian pelatihan, pengevaluasian pelatihan, serta
observasi pelaksanaan pelatihan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
66
AIP727   Bahasa Inggris Administrasi Pendidikan 3 SKS
Membina dan mengembangkan keterampilan menggunakan Bahasa
Inggris untuk mendukung kegiatan administrasi pendidikan
AIP732   Manajemen Proyek 2 SKS
Mata kuliah ini membahas konsep dasar manajemen dan manajemen
proyek, perencanaan, pengendalian dan pelaksanaan, serta
penyelesaian proyek, Juga membahas keterkaitan pengelolaan proyek
dengan peraturan & perundang-undangan pengadaan barang barang
dan jasa pemerintah. Disamping membahas konsep-konsep
manajamen proyek  yang efektif, pelaksanaan perkuliahan dilengkapi
dengan observasi lapangan.
AIP740   Metodologi Penelitian dan Pengolahan Data 6 SKS
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar penelitian, ciri-ciri
penelitian ilmiah, pendekatan penelitian, jenis-jenis penelitian,
metode dan prosedur penelitian ilmiah, instrumen penelitian dan
penyusunannya, penyusunan rencana penelitian, Jenis data serta
teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial
berdasarkan jenis penelitian.
AIP737   Tugas Akhir 4 SKS
Wajib bagi mahasiswa untuk mengambilnya yang bersifat individual
studies dan didasarkan atas observasi suatu phenomena diungkapkan
secara sistematis dan analisis dalam bentuk laporan. Mata kuliah ini
merupakan atvesment terakhir yang mengutamakan univifikasi
pengetahuan, keterampilan dan sosok diri mahasiswa yang
melukiskan keahliannya
UNP013   Skripsi 6 SKS
Penulisan hasil penelitian, dengan menggunakan langkah-langkah
metode ilmiah. Kemampuan ini sangat diperlukan bagi mereka yang
akan melanjutkan ke program yang lebih tinggi

7 Mei 2016

makalah manajemen kurikulum



FUNGSI-FUNGSI KURIKULUM

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok Manjemen Kurikulum




Disusun Oleh kelompok 4:
     FITRI RAHMADANI            ( 14002024 )
PUTRI NUR AZIZI                ( 14002007 )
INSAN KAMIL                       ( 14002073 )
MUHAMMAD FAISAL         ( 14002051 )






JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Pembentukan suatu organisasi yaitu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Begitu pula dengan salah satu organisasi yang sangat besar seperti dunia persekolahan dalam tingkat nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan maka harus dibuat rancangan untuk mencapai tujuan tersebut agar dalam pelaksanaannya terorganisir dan terarah. Oleh karena itulah kita mengenal yang namanya kurikulum.

Istilah kurikulum secara sederhana diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan oleh anak didik untuk memperoleh ijazah. Dalam dunia pendidikan istilah kurikulum telah dikenal sejak kurang lebih satu abad yang lampau.
Dalam kamus Webster Lahuri 1856 untuk pertama kalinya digunakan istilah kurikulum. Pada waktu itu kurikulum dipakai dalam bidang olah raga, yaitu “sesuatu yang dibawa seseorang dari start sampai finish” dalam kurun waktu yang berbeda istilah kurikulum muncul dengan berbagai devinisi, misalnya diartikan sebagai mata pelajaran yang harus diambil untuk suatu pendidikan atau training.
Pemahaman kurikulum yang didasarkan pada pemikiran atau filsafat pendidikan klasik yang menganggap kurikulum adalah program pendidikan yang diberikan secara direncanakan di Sekolah. Dalam pengalaman sehari-hari, sering didengar istilah fungsi. Fungsi membawa akibat pada adnya hasil. Demikian juga sebalinya, jika sesuatu itu tidak berfungsi akan berakibat pada tedak tercapainya hasil yang diharapkan. Atas dasar tersebut dapat dikatakan bahwa fungsi kurikulum berkaitan dengan komponen-komponen yang ada dan mengarah pada tujuan-tujuan pendidikan.

B.     Rumusan Masalah


1.      Bagaimana fungsi-fungsi kurikulum dalam pendidikan?
2.      Bagaimana peran kurikulum pendidikan?

C.    Tujuan


1.      Untuk mengetahui bagaimana fungsi-fungsi kurikulum dalam ilmu pendidikan.
2.      Untuk mengetahui peran kurikulum dalam pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN


Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagi pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam mencapai tujuan pendidikan. Apabila masyarakat dinamis,kebutuhuan anak didika pun akan dinamis sehingga tidak terasing dalam masyarakat,   karena memang masyarakat berubah berdasarkan kebutuhan itu sendiri.

A.    Fungsi Pengembangan Kurikulum


Dalam aktivitas  belajar mengajar, kedudukan kurikulum sangat kurusial, karena dengan kurikulum anak didik akan memperoleh manfaat (benefits). Namun demikian, disamping kurikulum bermanfaat bagi naka didik ia juga mempunyai fungsi-fungsi lain, yakni:

1.      Fungsi  kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan-tujuan  pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup  tepat dan kurusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang diperlukan  adalah maninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah bersangkutan (soetopo & soemanto, 1993:17). Maksudnya, bila tujuan-tujuan yang diinginkan belum tercapai, orang akan cenderung meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapa tujuan, misalnya dengan meninjau kurikulumnya. Pendidikan tertinggi sampai pendidikan rendah mempunyai tujuan, yakni tujuan ynag akan dicapai setelah berakhirnya aktivitas belajar.

Di Indonesia, ada empat tujuan pendidikan utama yang secara hierarkis dapat dikemukakan :

a.       Tujuan nasional
b.      Tujuan institusional
c.       Tujuan kurikulertujuan instruksional
Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan, tujuan-tujuan tersebut mesti dicapai secara bertingkat yang saling mendukung, sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagia alat untuk mencapai tujuan (pendidikan).

2.      Fungsi kurikulum

Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu persiapan lagi bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti.

Kalau kita kaitkan dengan pendidikan islam, pendidikan mesti diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberi bekal pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak. Dalam hadist nabi Saw.disebutkan : Didiklah anak-anakmu, karena mereka diciptakan untuk mengahadapi zaman yang lain dari zaman mu.  Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, kurikulum diharapkan mampu menawarkan program-program pada  anak didik yang akan hidup pada zamannya, dengan latar belakang sosio historis dan cultural yang berbeda dengan zaman diman kedua orang tuannya berada.

3.      Fungsi kurikulum bagi pendidik.

Guru merupakan pendidik profesional, yang  secara implisit telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada dipundak para orang tua. Tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah, berrarti orang tua sudah melimpahkan sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru/pendidik. Tentunya orang tua brharap agar anaknya menemukan guru yang baik, kompeten dan berkualitas (Ramayulis 1996:39).

Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidik adalah:
a.       Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasi pengalaman belajar para anak didik.
b.      Pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan.

Dengan adanya kurikulum, sudah barang tentu tugas guru/pendidik sebagia pengajar dan pendidik lebih terarah. Pendidik juga merupakan  salah satu faktor yang sangat menentukan dan sangat penting dalamproses pendidikan, dan merupakan salah satu komponen yang berintekrasi secara aktif dengan anak didik dalam pendidikan.

 Langeveld   mengajukan lima komponen yang berinteraksi secara aktif dla proses pendidikan, yakni:
a.       Komposisi tujuan pendidikan, sebgai landasan idil pendidikan yang dicapai melalui proses pendidikan tersebut.
b.      Komponen terdidik, sebagai masukan manusiawi yang diperlukan sebagai subjek aktif dan dikenai proses pendidikan tersebut.
c.       Komponen alat pendidikan, sebagai unsur sarana atau obyek yan dikenakan kepada terdidik dalam proses pendidikan.
d.      Komponen pendidik, merupakan unsure manusiawi yang membantu mengenalkan alat pendidikan kepada anak didik dan mengarahkan proses pendidikan menuju sasaran yang  diharapkan sebagaimna tercantum dalam tujuan pendidikan.
e.       Kompponen lingkungan pendidikan, sebagai unsur suasana yang membantu dan memberikan udara segar dalam proses pendidikan (Supeno,1995:42-43).

Dari uaraian diatas, keberadaan pendidik (guru) memang sangat kurusial dalam proses pendidiakan. Kurikulum merupakan alat mncapai tujuan pendidikan yang diharapkan dapat meringankan sebagian tugas pendidik dlam proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, karena kurikulum mepunyai fungsi sebagai pedoman.

Sebagai pedoman kurikulum dijadikan alat  yang berfungsi untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan .kurikulum suatu sekolah memuat uraian mengenai jenis-jenis program apa yang dilaksanakan di sekolah tersebut, bagaimana menyelenggarakan setiap jenis program, siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya, dan perlengkapan apa yang dibutuhkan.

Atas dasar itu sekolah dapat merencanakan secar lebih tepat jenis tenaga apa yang masih dibutuhkan sekolah, keterampilan-keterampilan apa yang masih perlu dikembangkan dikalangan para petugas  yang ada sekarang, perlengkapan apa yang masih perlu diadakan dan lain-lain.



4.      Fungsi Kurikulum bagi Kepala/ Pembina Sekolah/madrasah

Kepala sekolah merupkan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum.  Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan para Pembina lainnya adalah:
a.       Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervisi yakni memperbaiki situasi belajar
b.      Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam menciptakan situasi untuk menunjang situasi belajar anak kea rah yang lebih baik.
c.       Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam memberikan bantuan kepada guru atau pendidik agar dapat memperbaiki situasi mengajar.
d.      Sebagai seseorang administrator, menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk pengembangan kurikulum pada masa mendatang.
e.       Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar (soetopo & soemanto 1993: 19)

5.      Fungsi Kurikulum bagi Orang Tua

Bagi orang tua, kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya.
Bantuan yang maksud dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru mengenai masalah-masalah menyangkut anak-anak mereka. Bantuan berupa pemikiran, materi dari orang tua atau masyarakat anak dapat melalui lembaga komite sekolah. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua dapat mengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak-anak mereka, sehingga partisispasi proses belajar mengajar di sekolah.

Meskipun orang tua telah menyerahkan anak-anak mereka kepada sekolah agar diaajarkan ilmu pengetahuan dan dididik menjadi orangyang bermanfaat bagi pribadinya, orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,, namun tidak berarti tanggung jawab kesuksesan anaknya secara total diserahkan kepada  sekolah alias pendidik (guru). Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari system kerja sama berdasarkan fungsi masinng-masing, yakni orang tua, sekolah, dan guru/pendidik. Karenanya, pemahaman oran tua mengenai kurikulum tampaknya menjadi hal yang mutlak.

6.      Fungsi bagi Sekolah Tingkat Diatasnya

Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua, yakni:
a.       Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan.
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah pada tingkatan di atasnya dapat melakukan penyesuaian di dalam kurikulumnya, yakni:
1)      Jika sebagian kurikulum sekolah berangkutan telah diajarkan pada sekolah yang berada si bawahnya, sekolah dapat meninjau kembali perlu tidaknya bagian tersebut diajarkan.
2)      Jika keterampilan-keterampilan tertentu yang di perlukan dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum di ajarkan pada sekolah yang berada di bawahnya, sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program tentang keterampilan-keterampilan ini kedalam kurikulumnya.

b.      Penyiapan tenaga baru
Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga pendidik bagi sekolah yang berada di bawahnya itu. Pengetahuan kurikulum sekolah yang  berada di bawahnya berkaitan dengan pengetahuan tentang  isi, organisasi atau susunan serta cara pengajarannya. Dengan harapan, hal itu  akan membantu sekolah dan pendidik dalam melakukan revisi-revisi dan penyesuaian kurikulum. Sebagi contoh, jika pengajaran IPA di SD/MI menggunakan metode eksperimen , pelajaran tentang cara pelaksanaan metode eksperimen hendaknya lebih diinterpretassikan di SMP?MTs; jika pada kurikulum SD/MI telah di perkenalkan Matematika modern, pelajaran mengenai Matematika di SMP/MTs hendaknya disesuaikan dengan pendekatan di SD/MI dan seterusnya (Ibid :20)
c.       Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah/madrasah
Kurikulum suaau sekolah juga berfungsi bagi masyarakat dan pihak pemakai ulusan sekolah bersangkutan (Ibid : 21). Dengan mengetahui kurikulum suatu sekolah, masyarakat sebagai pemakai lulusan, dapat  melaksanakan sekurang-kurangnya dua macam berikut:
a.          Ikut memberikan kontribusi dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang tua dan masyarakat.
b.         Ikut memberikan kritik dan saran kontruktif demi penyempurnaan program pendidikan di sekolah, agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.

Di samping mempunyai fungsi diatas, kurikulum juga memiliki fungsi lain yang tentu memiliki pendekatan berbeda dengan sebelumnya. Sebagaimana di kemukakan Alexander Inglis dalam bukunya Principle of secondary education (1981) sebagai berikut:
a.      The adjust fine of adaptive function ( pnyesuaian )
b.      The integrative function ( pengintegrasian )
c.       The differentiating function ( pembeda )
d.      The propaedeutic function ( persiapan )
e.       The selective function (pemilihan)
f.        The diagnostic gunction ( diagnostic ); ( Hamalik , 1990:9)

a.      Fungsi Penyesuaian
Anak didik hidup dalam suatu lingkungan, sehingga anak didik dituntut untuk mampu menyesuaikan diri terhadap linkungan tersebut. Lingkungan senantiasa berubah. Tidak statis, bersifat dinamis, karena itu anak didik diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu. Semuanya mesti disesuaikan dengan kondisi dan kaeadaan perorangan. Progam pendidikan harus diarahkan pada berbagai asspek kehidupannya sebgai individu, anggota masyarkatnya atau warga Negara.

Muhammad  Fadhil al-Jamali mengungkapkan bahwa pendidikan yang dapat dilestarikan dari Al-Qur’an berorientasi:
1)      Mengenalkan individu akan perannya diantara sesame makhluk dengan tanggung jawab di dalam hidup ini.
2)      Mengenalkan individu akan individu sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat.
3)      Mengenalkan individu akan ala mini dan mendorong mereka mengetahui hikmah diciptakannya alam, serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam.
4)      Mengakkan individu akan pencipta ala mini (Allah) dan memrintahkan agar beribadah kepada-Nya (al-jamali 1986:3)

Sebagai makhluk-Nya, anak didik perlu diarahkan melalui program pendidikan agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Artinya, sebagai anggota masyarakat, individu mengemban tugas utama  dalam melaksanakan tuganya sehari-hari sehingga ia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat secara menyeluruh, yang mana masyarakat itu selalu berubah dan dinamis. Sebagai khalifah fil ardhi, anak didik diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan yang telah dimiliki untuk mengabdi kepadanya.
b.      Fungsi Pengintegrasian
Dalam hal ini, orientasi dan fungsi kurikulum adalah mendidik anak didik agar mempunyai pribadi yang integral. Mengingat anak didik merupakan bagian integral darri masyarakat, pribadi yang terintegrasi itu akan memeberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
Kehidupan sosial selalu mengalami perubahan sebagai akibat kemajuan dan teknologi. Perubahan tersebut memunculkan baragam tuntutan kehidupan di berbagai aspek kehidupan manusia. Adanya perbedaan dan tuntutan kebutuhan yang beragam itu mengharuskan kurikulum mampu mempersiapkan anak didik yang terintegrasi, sehingga anak didik mampu berintegrasi dalam kehidupannya dan akan menjadi manusia yang berarti nantinya. Dalam al-Qur’an surat al-Ra’d [13]: 11, Allah Swt. Menyatakan :sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehinggga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Implikasinya, anak didik menjadi bagian integral dari masyarakat di manaa pun ia berada. Kurikulum diharapkan mampu mempersiapkan anak didik agar mampu mengintegrasikan diri dalam masyarakat dengan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan cara berfikir yang dimiliki, sehingga ia dapat berperan dan memberi kontribusi kepada masyarakat.

c.       Fungsi Perbedaan
Kurikulum hendaknya dapat member pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada prinsipnya, perbedaan (differensiasi) akan mendorong orang berfikir kritis dan kreatif, dan akhirnya akan menggerakkan kemajuan sosial dalam masyarakat. Bukan berarti dengan perbedaan tersebut solidaritas dan integrasi akan terabaikan, namun adanya differensiasi bisa juga menghindari terjadinya stagnasi sosial.
Pada  prinsipnya, potensi yang dimiliki anak didk itu memang berbeda-beda, dan peran pendidikanlah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada itu secara wajar, sehingga anak didik tersebut, sebuah hadis Nabi  Saw. Mengungkapkan: “kami para nabi diperintahkan untuk menempatkan manusia sesuai dengan potensi akalnya” (H.R Abubakar bin Asy-Syakir).
Barangkali dapat diinterpretasikan bahwa pendidikan dan kurikulum pendidikan harus diorientasikan kepada pengembangan potensi (yang berbeda-beda) dan anak didik, sehingga perlakuan (treatment) terhadap mereka sepatutnya mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan potensi masing-masing.
Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt. Dengan tegas menyatakan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya (QS Al-Bagarah [2] :268) dan bahwa setiap oramg itu beramal menurut tabiatnya (QS Al-Isra [17]: 84). Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa masing-masing individu itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sehingga masing-masing individu pantas dihormati dan dihargai sesuai dengan segala kelebihan (strength) dan kekurangan (weakness) nya.
Jadi fungsi kurikulum sebagai pembeda dapat memberikan pelayanan kepada anak didik sebagai anggota (calon anggota) masyarakat sesuai dengan perbedaan-perbedaan yang dimilikinya, dengan tidak mengabaikan solidaritas sosial masyarakat. Hal ini dapat dimulai dengan memprogram kurikulum pendidikan yang relevan dan mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar yang mendorong anak didk (yang berbeda-beda tersebut) untuk berfikir kreatif, kritis, dan berorientasi kedepan, sehingga dapat berguna nantinya dalam kehidupan masyarakat.

d.      Fungsi Persiapan
 Kurikulum berfungsi mempersiapkan anak didik agar mampumelanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah anak didik melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar di dalam masyarakat seandainya ia tidak mungkin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar di dalam masyarakat seandainya ia tidak mungkin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinngi atau pesiapan untuk belajar di dalam masyarakat seandainya ia tidak mungkin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Hamalik, 1990:11). Bersiap untuk belajar lebih lanjut tersebut tersebut sangat diperlukan, mengingat sekolah tidak mungkin memberikan semua apa yang diperlukan anak didik, termasuk dalam pemenuhan minat mereka.
Keberadaan kurikulum untuk memprsiapkan anak didik dalam memasuki dunia  kerja juga menjadi perhatian para pengembang (developers) kurikulum. Anak didik yang karena alasan tertentu memasuki dunia kerja, membuat kurikulum pun juga tidak  menutup kemungkinan memberikan pelayanan terhadapbanak didik. Kalau kita perhatikan, kurikulum SMA/MA merupakan contoh kongret fungsi persiapan. Kurikulum pada sekolah jenis ini pada prinsipnya disesain untuk memungkinkan anak didik mencari kerja dengan modal pengetahuan (ijazah) SMA. Lain halnya dengan kurikulum sekolah kejuruan, seperti STM yang memang sejak awal kurikulumnya didesain untuk dapat bekerja. Walaupun sangat memungkinkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa kurikulum memiliki persiapan bagi anak didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih lanjut,, namun dalam jenjang bidang, da jenis sekolah tertentu sangat mungkin kurikulumnya didesain untuk mempersiapkan anak didik memasuki dunia kerja. Karenanya, kurikulum mempunyai fungsi persipan (the propaedeutic function) bagi anak didik
e.       Fungsi Pemilihan
Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa fungsi kurikulum adalah diferensiasi, yakni memberikan pelayanan kepada anak didik sesuai dengan perbedaan-perbedaan yang ada pada dirinya. Antara kberaaann (differensiasi) dengan pemilihan (seleksi) merupakan dua hal yang erat sekali hubungannya. Pengakuan atas keberadaan mereka berarti ada keinginan untuk memberikan kesempatan bagi nak didik dalam memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya. Karenanya, dalam mengembangkan kemampuan-kemamppuan tersebut, kurikulum perlu disusun secara luas serta bersifat fleksibel dan luwe. Selain itu, kurikulum hendaknya dapat memberikan pilihan yang tepat seuai dengna minat dan kemampuan peserta anak didik (ibid:11).

f.       Fungsi Diagnostik
Salah satu aspek pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan anak didik agar mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini semua dapat dilakukan apabila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang ada pada diri mereka melalui eksplorasi dan prognosis, sehingga dia sendiri dapat memperbaiki kelemahan tersebut dan mengembangkan fungsi kurikulum dalam mendiagnosis dan membimbing anak didik agar berkembang secara optimal  ( ibid:12 ).

Fungsi diagnosis adalah agar siswa dapat mengadakan evaluasi kepada dirinya dan menyadari semua kelemahan dan kekuatan diri sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkan sesua dengan kemampuan yang ada, pada akhirnya dapat berkembang secara maksimal dalam masyarakat. Hal ini relevan fungsi pendidkan islam, yakni menanamkan nilai-nilai insane dan nilai-nilai ilahi pada peserta didik. Menurut Noeng Muhadjir (1987: 1663) nilai budaya temasuk nilai insane, sedangkan nilai agama termasuk nilai ilahi. Relasi antara kesua nilai tersebut linear-koheren, yang ada hubungan hierarkis dan etis yang menjadi tujukan dan pemandu semua nilai.

B.     Peranan Pengembangan Kurikulum

Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan (peserta didik). Apabila dianilis secara sederhana sifat dari masyarakat dan kebudayaan dimana sekolah sebagai institusi sosial melaksanakan operasinya, paling tidak dapat ditentukan tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat pokok atau krusial, yaitu: 1) Peranan konservatif; 2) Peranan kritis dan evaluative; 3) peranan kreatif. Ketiga peran tersebut sama pentingnya dan saling berkaitan, yang dilaksanakan secara berkesinambuungan.

1.      Peranan Konservatif

Kebudayaan sudah ada sebelum lahirnya suatu generasi dan tidak akan pernah mati meski generasi yang bersangkutan sudah habis. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku, bahkan kebudayaan terwujud dan didirikan dari perilaku manusia. Kebudayaan mencakup aturan yang berisi kewajiban dan tindakan-tindakan yang diterima dan di tolak atau tindakan yang dilarang dan yang diizinkan. Semua kebudayaan yang sudah membudaya harus ditransmisikan kepada anak didik selaku generasi penerus. Oleh karena itu, semua ini  menjadi tanggung jawab kurikulum dalam menasirkan dan mewariskan nilai-nilai budaya yang mengandung makna membina perilaku anak didik. Sekolah sebagai lambing sosial sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku anak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Jadi, kurikulum bertugas menyimpan dan mewariskan nilai-nilai budaya (Wiryokusumo dan Mulyadi, 1988:7).
Dengan demikian, kurikulum bisa dikatakan konservatif kaena menyramisikan dan menafsirkan warisan sosial kepada anak didik atau generasi muda. Sekolah sebagai suatu lembaga sosial, sangat berperan penting dalam memengaruhi dan membina tingkah laku anak sesuai dengan nilainilai sosial yang ada di lingkungan masyarakat, sejalan dan selaras dengan peranan pendidikan sebagai suatu proses sosial.
Pada hakikatnya, pendidikan itu berfungsi untuk menjembatangi antara siswa selaku peserta didik dengan orang dewasa di dalam suatu proses pembudayaan yang semakin berkembang menjadi lebih kompleks. Dalam hal ini, fungsi kurikulum menjadi sangat penting, serta turut membantu dalam proses tersebut.

2.      Peranan Kritis dan Evaluatif

Kebudayaan senantiasa berubah dan bertambah sejalan dengan perkembangan zaman yang terus berputar. Sekolah tidak hanya mewariskan kebudayaan yang ada, melainkan juga menilai dan memilih unsure-unsur kebudayaan yang akan diwariskan ( ibid:8 ).
Dalam hal ini, kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam control sosial dan menekankan pada unsure kritis. Nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan massa mendatang dihilangkan dan diadakan modifikasi serta dilakukan perbaikan. Dengan demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.
Maksudnya, kurikulum itu selain mewariskan atau mentramisikan nilai-nilai kepada generasi muda, juga sebagai alat untuk mengevaluassi kebudayaan yang ada. Apakah nilai-nilai sosial yang ada atau dibawa itu sesuai atau tidak dengan perkembangan yang akan datang serta apakah perlu diadakan perubahan atau tetap seperti aslinya.

3.      Peranan kreatif

Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam arti menciptakan dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat. Guna membantu setiap individu dalam mengembangkan potensinya, kurikulum menciptakan pelajaran, pengalaman, cara berfikir, berkemampuan dan berketerampilan baru, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat ( Ibid :8 ).
Untuk itulah sekolah didirikan, yakni membantu dan membimbing anak didik untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sanggup menghadapi segala masalah dalam hidupnya sesuai dengan tujuan dan cita-cita Negara. Oleh sebab itu, kurikulum membuat kegiatan-kegiatan yang sifatnya kreatif da kontruktif dalam rangka membantu anak didik mendapatkan meteri pelajaran pendidikan, pengalaman dan lain sebagainya. Kesemuanya itu guna membantu anak didik dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
Ketiga peran diatas harus dilaksanakan secara berimbang sehingga tercipta keharmonisan diantar ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan untuk membantu peserta didik menuju kebudayaan ynag akan datang, sehingga mereka menjadi generasi yang siap dan terampil dalam segala hal.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagi pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan (peserta didik).  Didalam fungsi pengembangan kurikulum terdapat tujuah fungsi yakni: 1) Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan, 2) Fungsi kulum, 3) Fungsi kurikulum bagi pendidik, 4) Fungsi kurikulum bagi kepala/pembina sekolah/madrasah, 5) Fungsi kurikulum bagi orang tua, 6) Fungsi bagi sekolah tingkat di atasnya, 7) Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah/ madrasah.
Dalam fungsi-fungsi pengembangan kurikulum diatas masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang dia kerjakan terhadap perkembangan kurikulum disekolah tersebut sehingga akan memperoleh manfaat bagi anak peserta didik. Selain fungsi kurikulum juga terdapat beberapa peranan di dalam pengembangan kurikulum yakni: 1) Peranan konservatif, 2) Peranan kritis dan evaluative, 3) Peranan kreatif.

B.     Saran

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagi pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan (peserta didik). 
Dari pernyataan diatas diharapkan kepada pembaca agar materi yang penulis sampaikan bermanfaaat dan bisa memahami dan mengetahui fungsi-fungsi serta peran di dalam pengembangan kurikulum didalam sekolah nantinya serta penerapannya.

DAFTAR PUSTAKA


Idi, Abdullah.2014 . Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.Jakarta: Rajawali Press.
 Dakir. 2004. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Rineka Cipta, Cetakan Pertama,