15 Mei 2016

MAKALAH PENGAWASAN MELEKAT



TUGAS MAKALAH
PENGAWASAN PENDIDIKAN
PENGAWASAN MELEKAT





DISUSUN OLEH KELOMPOK 6:
FITRI RAHMADANI          (14002024 )
RICCA OKTAVIANI          ( 14002055 )
NOFPRIYALDI                   ( 1304598 )





JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniah-Nya dengan membuka pintu hati dan pikiran penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah kelompok yang berjudul “PENGAWASAN MELEKAT”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pengawasan Pendidikan.
Penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah. Dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengawasan Pendidikan karna telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Selaku hamba Allah, penulis adalah manusia yang  tidak luput dari kesalahan, sehingga masih banyak kelemahan baik dari segi materi maupun dalam penyajian penulisan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran dari pembaca sehingga pada penulisan pada masa akan datang bisa jadi lebih baik.

Padang, 25 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pengawasan melekat merupakan salah satu bentuk pengendalian aparat pemerintah disetiap instansi dan satuan organisasi dalam meningkatkan mutu kinerja didalam lingkungan tugasnya masing-masing agar tujuan instansi/organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Hasil pemeriksaan pada instansi pemerintah oleh sebagian aparat pengawasan fungsional, baik internal maupun eksternal, selama ini mengidentifikasikan bahwa penyimpangan, pelanggaran dan pemborosan di amper semua instansi pemerintah terjadi berulang-ulang tanpa adanya perbaikan yang signifikan.
Setelah melalui kajian optimalisasi pelaksanaan melekat pengawasan melekat disimpulkan bahwa perlu penyempurnaan terhadap penertian, pemahaman serta penyempurnaan petunjuk pelaksaan pengawasan melekat di seliruh instansi/unit krja agar dapat diterpkan lebih optimal.
B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini terdiri dari:
1.      Menjelaskan tentang pengertian pengawasan melekat?
2.      Menjelaskan tentang maksud dan tujuan serta funsi pengawasan melekat?
3.      Menjelaskan tentang arah kebijakan pengawasan melekat?
4.      Menjelaskan tentang  unsur pengawasan melekat?
5.      Menjelaskan tentang syarat-syarat keberhasilan pengawasan melekat?
6.      Menjelaskan tentang fungsi pengawasan melekat?
7.      Menjelaskan tentang hubungan antar unsur pengawasan melekat?
8.    Menjelaskan tentang langkah-langkah pelaksanaan pengawasan melekat?
C.      Tujuan penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini diharapkan untuk :
1.         Untuk memahami tentang pengertian pengawasan melekat.
2.         Untuk memahami tentang maksud  dan tujuan pengawasan melekat.
3.         Untuk memahami tentang arah kebajakan pengawasan melekat.
4.         Untuk memahamai tentang unsur pengawasan melekat.
5.         Untuk memahami tentang syarat-syarat keberhasilan pengawasan melekat.
6.         Untuk memahami tentang fungsi pengawasan melekat
7.         Untuk memahami tentang hubungan antar unsur pengawasan melekat
8.         Untuk memahami tentang langkah-langkah pelaksanaan pengawasan melekat
D.      Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat menmbah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang Pengawasan Melekat khususnya untuk penulis sendiri dan secara umumnya diharapkan makalah ini dapat memberikan  manfaat dan penambahan wawasan bagi pembaca untuk dapat diterapkan bersama-sama didalam kehidupan sehari-hari dan juga pengimplementasian di dunia kerja nantinya.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pengawasan Melekat
Situmorang (1998: 71) mengatakan bahwa pengawasan melekat yaitu berupa tindakan atau kegiatan usaha untuk mengawasi dan mengendalikan anak buah secara langsung, yang harus dilakukan sendiri oleh setiap pimpinan organisasi yang bagaimanapun juga.
Istilah pengawasan melekat (waskat) pertama kali muncul dalam Inpres No. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan dan Inpres No. 1 Tahun 1983 tentang Pedoman Pengawasan Melekat yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan melekat ialah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian yang terus-menerus, dilakukan langsung terhadap bawahannya, agar pelaksanaan tugas bawahan tersebut berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengawasan melekat adalah proses pemantauan, pemeriksaan, dan evaluasi oleh pimpinan unit/organisasi kerja terhadap pendayagunaan semua sumber daya, untuk mengetahi kelemahan dan kelebihan yang dapat digunakan untuk pengembangan unit/organisasi kerja di masa depan.

B.        Maksud dan Tujuan Pengawasan Melekat
Maksud dan tujuan pengawasan melekat ini diatur dalam KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Nomor:  KEP/46/M.PAN/2004 tentang PETUNJUK PELAKSANAAN PENGAWASAN MELEKAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN.
Pedoman Pelaksanaan WASKAT ini dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah  pusat,  pemerintah  provinsi,  pemerinta  kabupaten,  dan  pemerintah  kota  dalam melaksanakan  tugas  pokok  dan  fungsinya  serta  melakukan  evaluasi  dan  penilaian  terhadap keandalan WASKAT dimaksud. Melalui pedoman ini diharapkan setiap pimpinan instansi dapat bertanggung  jawab  dan memiliki  alat  kendali  yang  dapat memberi  peringatan  dini  apabila  di dalam  instansinya  terjadi praktik yang  tidak  sehat, kekeliruan, kelemahan  sistem administrasi, dan kesalahan yang dapat membuka terjadinya penyimpangan, serta melakukan evaluasi untuk menguji keandalan penerapan WASKAT dilingkungannya.
Sedangkan  tujuan  pedoman  ini  adalah  mewujudkan  arah  dan  tindakan  yang  sama  dalam pelaksanaan  WASKAT,  sehingga  pimpinan  instansi  pemerintah  dapat  menciptakan  kondisi yang mendorong tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisein.
C.      Arah Kebijakan Pengawasan Melekat.
Waskat  diarahkan  untuk  menciptakan  penyelenggaraan  pemerintahan  dan  pelayanan  kepada masyarakat  yang  bersih,  transparan,  profesional,  dan  memiliki  budaya  kerja  yang  baik. Pemerintahan yang bersih dapat diartikan  sebagai pemerintahan yang bebas dari praktek yang berpotensi  merugikan  masyarakat  dan  bangsa  Indonesia.  Transparansi  dalam  pemerintahan merupakan  wujud  akuntabilitas  publik  yang  diperlukan  agar  anggota  masyarakat  dapat berpartisipasi  secara  aktif  dalam mengawasi  jalannya  pemerintahan, menciptakan  kelancaran informasi dan komunikasi yang diperlukan bagi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk  itu diperlukan pemerintahan yang profesional pada  tataran aparaturnya, karena aparatur menempati  garis  depan  dalam  penyelenggaraan  pemerintahan  dan  pelayanan  kepada masyarakat.  Profesionalisme  aparatur  tersebut  akan  tercermin  pada  tingkat  kinerja  aparatur dalam  penyelenggaraan  pemerintahan  dan  pelayanan  kepada  masyarakat.  Kinerja  yang terpantau,  terukur,  dan  selalu  diperbaiki,  lambat  laun  akan menyatu  dalam  pelaksanaan  tugas dan sikap perilaku aparatur, sebagai pencerminan dari terbentuknya kerja yang baik.


D.      Unsur Pengawasan Melekat
Untuk  menciptakan  pengendalian  manajemen  yang  memadai,  digunakan  delapan  unsur Pengawasan  Melekat  (WASKAT)  dalam  rangka  mencapai  tujuan  dan  sasaran organisasi/instansi.  Delapan  unsur  WASKAT  tersebut  adalah  :
1)      Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan proses pembentukan organisasi yang didesain sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan organisasi, dan pelaksanaan fungsi manajerial secara menyeluruh.
2)      Pembinaan Personil
Pembinaan personil merupakan upaya menjaga agar faktor sumber daya manusia yang menjalankan sistem dan prosedur instansi pemerintah memiliki kemampuan secara profesional dan moral sesuai dengan kebutuhan tugas dan tanggung jawabnya, yang dilakukan secara terus menerus sejak perekrutan pegawai hingga pensiun.
3)      Kebijakan
Kebijakan merupakan pedoman yang ditetapkan oleh manajemen secara tertulis untuk mendorong tercapainya tujuan organisasi.
4)       Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu proses penetapan tujuan serta langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan pada masa datang.
5)       Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan untuk untuk melaksanakan aktivitas tertentu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
6)      Pencatatan
Pencatatan merupakan proses pendokumentasian transaksi/kejadian secara sistematis yang relevan dengan kepentingn organisasi instansi. Pencatatan juga mencakup proses pengelolaan data yang diperoleh menjadi informasi dalam bentuk keluaran olahan data atau laporan.

7)        Pelaporan
Pelaporan merupakan bentuk penyampaian informasi tertulis kepada unit kerja yang lebih tinggi ( pemberi tugas ) atau kepada instansi lain yang mempunyai garis kepentingan interaktif dengan instansi pembuat laporan.
E.       Syarat-Syarat Keberhasilan Pengawasan Melekat
Keberhasilan WASKAT dapat dicapai apabila dapat dipenuhinya 5 ( lima ) syarat sebagai berikut :
1)    Lingkungan Pengendalian Manajemen yang Kondusif.
Lingkungan pengendalian manajemen yang kondusif meliputi antara lain : integritas para pejabat, nilai-nilai etika yang berlaku, kompetensi, filosofi, manajemen instansi, gaya operasi, dan cara pimpinan instansi mengatur/membagi wewenang dan tanggung jawabnya.
2)   Kemampuan Memprediksi dan Mengantisipasi Resiko.
Setiap unit organisasi/satuan kerja senantiasa menghadapi resiko yang bersumber dari eksternal dan internal yang harus dinilai. Oleh karenanya manajemen diharapkan mampu membuat penilaian atas resiko yang akan dihadapi, yakni dengan mengidentifikasi dan menganalisis resiko-resiko yang relevan untuk pencapian tujuan suatu organisasi. 
3)    Aktivitas Pengendalian yang Memadai.
Aktivitas pengendalian dilakukan sesuai dengan kondisi lingkungan pengendalian yang ada  dalam suatu organisasi. Semakin lemah kondisi lingkungan pengendalian maka semakin besar aktivitas pengendalian yang harus dilakukan. Aktivitas pengendalian dapat berbentuk kebijakan dan prosedur yang mengakomodasi keputusan manajemen yang lebih tinggi guna menghadapi resiko yang mungkin dihadapi dalam mencapai sasaran, tujuan, misi, dan visi
4)     Informasi dan Komonikasi yang Efektif.
Informasi dan komunikasi merupakan komponen sistem pengendalian karena kelancaran informasi dan komunikasi berkolerasi dengan transparansi/keterbukaan dan kemudahan mendapatkan akses terhadap operasi instansi, serta lancarnya sosialisasi kebijakan manajemen.
5)   Adanya Pemantauan, Evaluasi dan Tidak Lanjut.
Pemantauan terhadap aktifitas pengendalian dilakukan secara terus menerus atau melalui evaluasi secara periodik, aktivitas manajemen dan supervisi. Cakupan dan frekuensi pemantauan melalui evaluasi secara periodik sangat tergantung pada efetivitas prosedur pemantauan melalui supervisi dan aktivitas manajemen serta hasil penilaian atas resiko yang dihadapi.
F.       Fungsi Pengawasan Melekat
Beberapa fungsi pengawasan melekat antara lain :
a.     Meningkatkan  disiplin,  prestasi  dan  perkembangan  pencapaian  sasaran  pelaksanaan  tugas antara lain adalah:
a)      Tertib pengelolaan keuangan;
b)       Tertib pengelolaan perlengkapan;
c)       Tertib pengelolaan kepegawaian;
d)     Tercapainya sasaran pelaksanaan tugas. 
b.    Dapat terciptanya keteraturan, keterbukaan, dan kelancaran pelaksanaan tugas
c.    Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
d.   Dapat menurunnya praktik kolusi, korupsi dan nepotisme
e.    Dapat mengurangi  penyalahgunaan  wewenang  antara  lain  diukur  dari  menurunnya  kasus penyalahgunaan  wewenang  yang  terjadi  pada  instansi  yang  bersangkutan,  serta meningkatnya  penyelesaian  tindak  lanjut.  Hal  tersebut  antara  lain  dapat  diperoleh  dari laporan hasil pengawasan.
f.     Dapat mengurangi  kebocoran,  pemborosan  dan  pungutan  liar,  antara  lain  diukur  dari menurunnya  kasus  penyimpangan  yang  terjadi  serta  meningkatnya  penyelesaian  tindak lanjut serta terjadinya peningkatan kehematan, efisiensi dan efektifitas.
g.    Cepatnya  penyelesaian  perijinan,  diukur  dari  tertib  tidaknya  pelayanan  yang  diberikan kepada masyarakat antara lain melalui:
a)      Penatausahaan
b)      Ketepatan waktu
c)      Tanggapan masyarakat

G.      Hubungan Antar Unsur Pengawasan Melekat
Keberhasilan pelaksanaan Waskat ditentukan oleh seberapa kuatnya hubungan antar unsur Waskat tersebut dalam membentuk jaringan kinerja,sehingga tidak ada suatu kegiatan yang luput dari salah satu unsur Waskat tersebut.
Sebagai contoh, jika ada suatu kegiatan yang telah disepakati untuk dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pimpinan tetapi kebijakan tersebut tidak tertulis, kegiatan tidak diorganisir dengan baik, tidak ditetapkan persyaratan personil yang akan melakukan, tidak dilakukan pencatatan atas aktivitas kegiatan dan tidak dilaporkan pelaksanaannya, tidak jelas prosedur kerja yang harus diikuti dalam melakukan kegiatan, serta tidak ada reviuatas pelaksanaan kegiatan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa hasil pelaksanaan kegiatan tersebut jauh dari sempurna dan sulit dipertanggungjawabkan.
H.      Langkah-langkah Pelaksanaan Pengawasan Melekat
Langkah-langkah pelaksanaan Waskat meliputi sosialisasi Waskat kepada seluruh satuan organisasi/kerja, penyiapan unsur Waskat pada masing-masing satuan organisasi/kerja, pemantauan pelaksanaan Waskat, evaluasi terhadap pelaksanaan Waskat, dan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaanWaskat.
a)         Sosialisasi Waskat
Sosialisasi Waskat bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tepattentang pengertian dan cara pelaksanaan Waskat tanpa mengurangi pemahaman pentingnya pengawasan pimpinan kepada staf karena Waskat merupakan sistem pengendalian yang melekat pada seluruh kegiatan organisasi. Sosialisasi dilakukan secara berjenjang dan  bertahap kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan DepartemenAgama.
b)        Penyiapan dan Pelaksanaan Unsur Waskat
Sebelum Waskat dilaksanakan, pimpinan satuan organisasi/kerja perlu menyiapkan unsur Waskat yang meliputi pengorganisasian, personil,kebijakan, perencanaan, prosedur, pencatatan, pelaporan, supervisi dan review intern.Yang perlu dilakukan dalam tahap penyiapan dan pelaksanaan Waskatini adalah: a. melakukan identifikasi secara lengkap dan rinci terhadap dokumentasi masing-masing unsur Waskat; b. memperoleh pemahaman yang cukup terhadap masing-masign gunsur Waskat; dan c. membuat catatan resume untuk menentukan dugaan titik rawan kelemahan yang membutuhkan perbaikan atau perhatian lebih mendalam.
c)           Pemantauan Pelaksanaan Waskat
Pemantauan merupakan rangkaian tindakan mengikuti pelaksanaan suatu kegiatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk mengetahui secara dini kemungkinan terjadinya penyimpangan terhadap kebijakan maupun program yang telah ditetapkan.Untuk menjamin keandalan Waskat, maka perlu adanya pemantauanWaskat berkesinambungan yang terjadi pada saat operasi. Pemantauan tersebut mencakup aktivitas rutin pimpinan satuanorganisasi/kerja, aktivitas pengawasan, perbandingan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya, rekonsiliasi, konsolidasi dan tindakan-tindakan personil lainnya yang dapat diambil dalam menjalankan tugas mereka.
d)        Evaluasi Pelaksanaan Waskat
Proses evaluasi pelaksanaan Waskat dapat menggunakan beragam teknik evaluasi. Yang perlu diperhatikan oleh evaluator dalam melaksanakan evaluasi adalah:
1.      Memahami aktivitas organisasi dan unsur Waskat yang ada;
2.      Mengetahui apakah Waskat telah berfungsi;
3.      Mengetahui desain sistem pengendalian yang berlaku;
4.      Mengetahui cara kerja sistem tersebut;
5.       Mengkomunikasikan pelaksanaan Waskat terhadap pihak-pihakterkait;
6.      Menganalisis desain sistem yang berlaku untuk mengetahui apakahsistem tersebut dapat memberikan keyakinan yang tinggi bagipencapaian sasaran dan tujuan organisasi; dan
7.      Menggunakan checklist (instrumen evaluasi) Waskat untukmengetahui apakah pengawasan melekat telah dilaksanakan denganbaik.
e)           Tindak Lanjut
Tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan Waskat berupa tindakan perbaikan dan penyempurnaan sistem dan prosedur operasi, dan pendalaman titik rawan penyimpangan melalui audit operasional atau investigasi.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Situmorang (1998: 71) mengatakan bahwa pengawasan melekat yaitu berupa tindakan atau kegiatan usaha untuk mengawasi dan mengendalikan anak buah secara langsung, yang harus dilakukan sendiri oleh setiap pimpinan organisasi yang bagaimanapun juga. Pengawasan melekat adalah proses pemantauan, pemeriksaan, dan evaluasi oleh pimpinan unit/organisasi kerja terhadap pendayagunaan semua sumber daya, untuk mengetahi kelemahan dan kelebihan yang dapat digunakan untuk pengembangan unit/organisasi kerja di masa depan.
Pedoman Pelaksanaan WASKAT ini dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah  pusat,  pemerintah  provinsi,  pemerinta  kabupaten,  dan  pemerintah  kota  dalam melaksanakan  tugas  pokok  dan  fungsinya  serta  melakukan  evaluasi  dan  penilaian  terhadap keandalan WASKAT dimaksud. Tujuan  pedoman  ini  adalah  mewujudkan  arah  dan  tindakan  yang  sama  dalam pelaksanaan  WASKAT,  sehingga  pimpinan  instansi  pemerintah  dapat  menciptakan  kondisi yang mendorong tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisein.
B.       Saran

Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa pengawasan melekat adalah proses pemantauan, pemeriksaan, dan evaluasi oleh pimpinan unit/organisasi kerja terhadap pendayagunaan semua sumber daya, untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dapat digunakan untuk pengembangan unit/organisasi kerja di masa depan.
Jadi Jadi diharapkan bisa memberikan pengawasan baik itu proses pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi di dalam organisasi  dalam rangka pengembangan suatu organisasi yang memiliki masalah agar menjadi organisasi tersebut berjalan dengan lancar dan baik dalam rangka untuk pencapaian proses pengawasan yang baik pula.

DAFTAR PUSTAKA

Jewel.L.N,Siegall Marc. 1984. Psikologi Industri/Organissai Modern.Arca. Jakarta.
http://pengawasanmelekat.blogspot.co.id/2015/10/pengawasan-melekat.html Diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pada jam 15.25


CONTOH PANDUAN MATA KULIAH YANG DIAMBIL

Jurusan : Administrasi Pendidikan
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
1). Matakuliah Umum
A. Wajib
1  UNP042  Pancasila  2  2  0  0  3
2  UNP003  Pendidikan Kewarganegaraan  2  2  0  0  3
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
55
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
3  UNP004  Bahasa Indonesia  2  2  0  0  1
4  UNP030  Pendidikan Agama  3  3  0  0  1
Jumlah SKS  9  9  0  0  
B. Pilih 2 dari 6 SKS
1  UNP005  Bahasa Inggris  2  2  0  0  4
2  UNP028  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar  2  2  0  0  4
3  UNP029  Ilmu Kealaman Dasar  2  2  0  0  4
Jumlah SKS  6  6  0  0  
2). Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK)
A. Wajib
1  UNP148  Dasar-dasar Ilmu Pendidikan  3  3  0  0  1
2  UNP149  Psikologi Pendidikan  3  3  0  0  2
3  UNP150  Filsafat Pendidikan  2  2  0  0  3
4  UNP151  Bimbingan dan Konseling  2  2  0  0  5
5  UNP152  Administrasi dan Supervisi
Pendidikan
2  2  0  0  6
Jumlah SKS  12  12  0  0  
3). Matakuliah Bidang Keahlian (MKBK)
A. Wajib
1  AIP106  Manajemen Kurikulum  3  2  1  0  3
2  AIP108  Manajemen Sumber Daya
Manusia
3  2  1  0  2
3  AIP109  Manajemen Sarana dan
Prasarana
3  2  1  0  2
4  AIP110  Manajemen Keuangan  3  2  1  0  2
5  AIP112  Manajemen Peserta Didik  3  2  1  0  2
6  AIP116  Komunikasi Organisasi  3  2  1  0  1
7  AIP201  Filsafat Dan Teori Manajemen  3  3  0  0  1
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
56
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
8  AIP204  Psikologi Manajemen  3  2  1  0  3
9  AIP205  Sosiologi Pendidikan  2  2  0  0  1
10  AIP207  Manajemen Kantor dan
Ketatausahaan
6  2  4  0  2
11  AIP718  Dasar dasar Pengembangan
Organisasi
3  2  1  0  3
12  AIP719  Pengawasan dan Supervisi
Pendidikan
5  2  3  0  4
13  AIP720  Kepemimpinan  4  2  2  0  4
14  AIP721  Sistem Informasi Manajemen  3  1  2  0  4
15  AIP729  Manajemen Layanan Khusus
Pendidikan
4  2  2  0  5
16  AIP730  Analisis Kebijakan dan
Pengambilan Keputusan
4  2  2  0  6
17  AIP733  Manajemen Satuan Pendidikan  2  2  0  0  6
18  AIP734  Seminar Manajemen  4  0  4  0  6
19  AIP739  Public Relation  2  1  1  0  3
20  AIP741  Perencanaan Pendidikan I  3  2  1  0  3
21  AIP742  Perencanaan Pendidikan II  3  2  1  0  5
22  AIP743  Praktek Lapangan
Manajemen/Administrasi
Pendidikan I
4  0  0  4  7
23  AIP744  Praktek Lapangan
Manajemen/Administrasi
Pendidikan II
4  0  0  4  7
Jumlah SKS  77  39  30  8  
4). Matakuliah Keterampilan Proses Pembelajaran (MKKPP)
A. Wajib
1  AIP722  Evaluasi Pembelajaran  3  1  2  0  4
2  AIP723  Strategi Pembelajaran  3  2  1  0  4
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
57
No  Kode  Matakuliah
SKS
Sem
Jml  T  P  L
3  AIP728  Perencanaan Pembelajaran  3  2  1  0  5
4  AIP731  Pembinaan Keterampilan
Mengajar
4  1  3  0  6
Jumlah SKS  13  6  7  0  
5). Matakuliah Pengembangan Pendidikan (MKPP)
A. Wajib
1  AIP143  Komputer II  2  1  1  0  2
2  AIP202  Penulisan Karya Ilmiah  3  1  2  0  1
3  AIP203  Komputer I  3  1  2  0  1
4  AIP208  Kewirausahaan  3  2  1  0  6
5  AIP724  Manajemen Mutu Terpadu  2  2  0  0  4
6  AIP725  Manajemen Diklat  5  2  3  0  5
7  AIP727  Bahasa Inggris Administrasi
Pendidikan
3  2  1  0  3
8  AIP732  Manajemen Proyek  2  2  0  0  6
9  AIP740  Metodologi Penelitian dan
Pengolahan Data
6  2  4  0  5
Jumlah SKS  29  15  14  0  
B. Pilih satu dari dua mata kuliah
1  AIP737  Tugas Akhir  4  0  0  4  8
2  UNP013  Skripsi  6  0  0  6  8
Jumlah SKS  10  0  0  10
UNP003   Pendidikan Kewarganegaraan 2 SKS
Memberikan pengertian tentang pendidikan kewiraan yang
mencakup Wawasan Nusantara, kelangsungan hidup bangsa melalui
TANAS, pengembangan pengertian POLSTRA HANKAMNEG, dan
pembahasan tentang sistem HANKAMRATA
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
58
UNP004   Bahasa Indonesia 2 SKS
Membina dan mengembangkan keterampilan menggunakan Bahasa
Indonesia  sebagai media penyampaian ilmu pengetahuan. Aksentuasi
perkuliahan pada keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan
benar baik lisan maupun tertulis dalam karangan ilmiah, dan surat
menyurat, dengan memahami struktur kalimat, pengembangan
paragraf, membuat paragraf, membuat komentar, membuat
kesimpulan dan resensi
UNP030   Pendidikan Agama 3 SKS
Terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berpikir filosofis, bersikap
rasional dan dinamis berpandangan luas, serta menghargai kerja sama
antar umat beragama dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu,
teknologi dan seni untuk kepentingan nasional
UNP005   Bahasa Inggris 2 SKS
Membina dan mengembangkan kemampuan membaca buku-  buku
teks dalam bidang studi dan bidang kependidikan yang berbahasa
Inggris
UNP042   Dasar-dasar Ilmu Pendidikan 3 SKS
Pengkajian dan pemahaman tentang hakikat ilmu pendidikan,
landasan dan azas pendidikan, pentingnya makna ilmu pendidikan,
pendidik, dan tujuan pendidikan serta pelaksanaan praktik-praktik
pendidikan yang sesuai dengan tuntutan budaya dan masyarakat
UNP149 Psikologi Pendidikan 3 SKS
Kajian tentang penerapan konsep-konsep psikologi dalam proses
pembelajaran khususnya, pendidikan umumnya, dengan materi
meliputi teori dan konsep psikologi, konsep belajar dan pembelajaran
serta tinjauan masalah pembelajaran berdasarkan kajian psikologi.
UNP150   Filsafat Pendidikan 2 SKS
Pengkajian dan pemahaman tentang hakekat ilmu, pendidikan, aliran-
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
59
aliran dalam filsafat, hakikat manusia, berfikir kreatif dan kaitan
antara filsafat pendidikan dengan budaya
UNP151   Bimbingan dan Konseling 2 SKS
Kajian tentang konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling;
meliputi pengertian, latar belakang, tujuan, fungsi, prinsip dan asas
bimbingan dan konseling (BK). Pemah  aman tentang konsep-konsep
dasar BK tersebut terkait dengan peran personil sekolah (kepala
sekolah, pengawas sekolah, guru dan wali kelas) dalam
penyelenggaraan kegiatan BK, dalam upaya membantu
perkembangan siswa secara optimal.
UNP152   Administrasi dan Supervisi Pendidikan 2 SKS
Memiliki wawasan tentang profesi pendidik, konsep, proses, dan
ruang lingkup administrasi dan supervisi pendidikan, serta
kepemimpinan pendidikan dan mampu mengaplikasikannya dalam
pelaksanaan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan secara
professional
AIP106   Manajemen Kurikulum 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar manajemen kurikulum (pengertian,
komponen, fungsi, prinsip pengembangan kurikulum) dan proses
pengelolaan  kurikulum yang meliputi perencanaan kurikulum dan
perencanaan pelaksanaan kurikulum, pelaksanaan dan evaluasi
kurikulum. Latihan penyusunan perencanaan pelaksanaan kurikulum.
AIP108   Manajemen Sumber Daya Manusia 3 SKS
Membahas tetang konsep dasar manajemen SDM, fungsi managerial
dan operasional/proses Manajemen SDM ( perecanaan, pengadaaan,
penempatan, pembinaan dan pengembangan, kompensasi, pelayanan
kesejahteraan, penilaian kinerja serta pemberhentian dan pension)
secara teoritis, praksis, dan berlatih menggunakan instrument-instrumen manajemen SDM.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
60
AIP109   Manajemen Sarana dan Prasarana 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar manajemen sarana dan prasarana
atau sarpras (pengertian, fungsi, jenis, sistem pengelolaan sarpras),
kegiatan-kegiatan dalam manajemen sarpras (analisis dan
penyusunan rencana kebutuhan, pengadaan, penyimpanan,
penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penghapusan dan
pengawasan sarpras) serta latihan penyusunan rencana kebutuhan
sarpras dan menyusun daftar inventarisasi sarpras.
AIP110   Manajemen Keuangan 3 SKS
Membahas tentang konsep-konsep pengelolaan keuangan pemerintah
yang dialokasikan untuk kegiatan pendidikan yang meliputi
perencanaan atau perumusan anggaran, pemanfaatan, penatausahaan,
pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan, pengenalan sistem
Badan Layanan Umum, serta memberikan pengalaman melalui
pelatihan terhadap pengelola keuangan yang berkaitan dengan tata
cara merumuskan anggaran, pencatatan, pembelanjaan, mekanisme
pencairan anggaran, membuat realisasi dan pelaporan keuangan
dalam sebuah satuan pendidikan.
AIP112   Manajemen Peserta Didik 3 SKS
Membahas tentang latar belakang, ruang lingkup manajemen peserta
didik, perencanaan, penerimaan dan orientasi peserta didik baru,
manajemen program bimbingan dan penyuluhan, pengaturan disiplin
dan tata tertib sekolah, pengelompokan, pencatatan data, penguatan
pendidikan karakter, pembinaan kegiatan kesiswaan, mutasi dan
kelulusan peserta didik.
AIP116   Komunikasi Organisasi 3 SKS
Membahas konsep dasar, komponen, proses, model, prinsip dan jenis
komunikasi organisasi serta latihan komunikasi interpersonal
AIP201   Filsafat Dan Teori Manajemen 3 SKS
Membahas tentang hakekat, tujuan, prinsip, dan penerapan teori-teori
administrasi pendidikan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
61
AIP204   Psikologi Manajemen 3 SKS
Membahas pengertian, tujuan dan aplikasi teori-teori psikologi
manajemen dalam pengelolaan pendidikan
AIP205   Sosiologi Pendidikan 2 SKS
Membahas konsep dasar, prinsip, aspek nilai, norma, dan etika,
interaksi sosial, masalah-masalah sosial, budaya dan kerjasama
dalam organisasi, serta peran sosiologi dalam pembangunan
AIP207   Manajemen Kantor dan Ketatausahaan 6 SKS
Membahas tentang teori manajemen perkantoran dan ketatausahaan
dalam ruang lingkup pengelolaan pendidikan yang meliputi peranan
dan kewajiban manajemen kantor, organisasi kantor, komunikasi
kantor, tata ruang kantor, korespondensi dan penataan arsip,
perlengkapan kantor, sekretaris dan kantor, pemanfaatan teknologi
informasi dalam manajemen perkantoran,  tata kerja, prosedur dan
sistem kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, konsep dasar
ketatausahaan, fungsi dan peranan ketatausahaan, tugas-tugas
ketatausahaan serta pelatihan mengenai pengelolaan kantor dan
praktik ketatausahaan.
AIP718   Dasar dasar Pengembangan Organisasi 3 SKS
Mata kuliah Pengembangan Organisasi (PO) merupakan salah satu
mata kuliah wajib yang diikuti mahasiswa Administrasi Pendidikan
FIP UNP yang termasuk ke dalam mata kuliah wajib. Mata kuliah
dasar-dasar pengembangan organisasi,  memberikan pengalaman
belajar kepada mahasiswa bahwa dengan memiliki konsep dasar-dasar pengembangan organisasi, teori organisasi, perubahan dan
pengembangan organisasi, tingkah laku organisasi, efektivitas
organisasi, faktor pendukung dan penghambat pengembangan
organisasi, peran agen perubahan pengembangan organisasi,
mengatasi kecendrungan menolak perubahan dan arah
pengembangan organisasi sekolah masa depan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
62
AIP719   Pengawasan dan Supervisi Pendidikan 5 SKS
Membahas pengertian, tujuan, prinsip, proses, teknik, masalah-masalah pengawasan dan supervisi pendidikan serta latihan
menyusun program dan instrumen pengawasan dan supervisi
pendidikan
AIP720   Kepemimpinan 4 SKS
Membahas konsep dasar, syarat-syarat kepemimpinan, keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam kepemimpinan, fungsi -fungsi
dan peranan kepemimpinan, prinsip-prinsip kepemimpinan, teori dan
gaya kepemimpinan, kepemimpinan Panca Sila, kekuasaan dan
kewibawaan, cara mempengaruhi, kepemimpinan kepala sekolah,
dan peningkatan kualitas kepemimpinan, serta berlatih menerapkan
teknik memimpin dalam kelompok.
AIP721   Sistem Informasi Manajemen 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar, peranan, manfaat SIM dalam
kegiatan manajemen pendidikan dan pengambilan keputusan,
perkembangan teknologi informasi di era globalisasi, penciptaan,
pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan SIM, serta latihan
menggunakan SIM pada lembaga tertentu, praktek mencari dan
mengolah data untuk manajemen pendidikan.
AIP729   Manajemen Layanan Khusus Pendidikan 4 SKS
Membahas tentang konsep-konsep dan kegiatan-kegiatan dalam
manajemen layanan khusus seperti manajemen pustaka,
laboratorium, asrama, kafetaria, koperasi, transportasi dan UKS.
AIP730   Analisis Kebijakan dan Pengambilan Keputusan 4 SKS
Membahas tentang analisis kebijakan dan pengambilan keputusan
yang meliputi pengertian, latar belakang, faktor-faktor pengambilan
kebijakan dan pengambilan keputusan serta proses
pengembangannya; serta latihan menganalisis kebijakan dan
pengambilan keputusan pendidikan
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
63
AIP733   Manajemen Satuan Pendidikan 2 SKS
Membahas pengertian manajemen satuan pendidikan, tujuan, fungsi
manajemen pendidikan, jenis satuan dan aplikasi fungsi-fungsi
manajemen pendidikan tersebut dalam praktik pengelolaan
pendidikan. Semua teori, fungsi manajemen mulai dari penciptan
filosofi organisasi, visi, misi, rencana strategis dipraktikan oleh
mahasiswa agar mahasiswa mempunyai wawasan tentang hal itu.
AIP734   Seminar Manajemen 4 SKS
Membahas tata cara seminar dan berlatih  mengelola seminar dalam
rangka membahas masalah-masalah dalam manajemen pendidikan
AIP739   Public Relation 2 SKS
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar public relation,
hubungan public relation dengan fungsi manajemen, lingkup public
relation  di lembaga pendidikan ( Internal dan exsternal public
relation), kedudukan dan strategi public relation, pola komunikasi
public relation di lembaga pendidikan, Proses operational public
relation, program kerja dan aktivitas public relation, Marketing PR
dan Social PR serta hakekat keprotokolan di lembaga pendidikan.
AIP741   Perencanaan Pendidikan I 3 SKS
Membahas tentang konsep dasar perencanaan dan perencanaan
pendidikan, karakteristik, prinsip , proses, jenis, pendekatan dan
teknik-teknik perencanaan.
AIP742   Perencanaan Pendidikan II 3 SKS
Membahas metodologi yang digunakan dalam menerapkan
pendekatan dan proses perencanaan pendidikan pada tingkat
nasional, regional dan institusional, serta berlatih menyusun rencana
pendidikan.
AIP743   Praktek Lapangan Manajemen/Administrasi Pendidikan I 4 SKS
Praktek pelaksanaan manajemen pada lembaga-lembaga perkantoran
baik kantor pengelola pendidikan maupun non pendidikan, yang
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
64
dilaksanakan selama dua bulan kerja.
AIP744   Praktek Lapangan Manajemen/Administrasi Pendidikan II 4 SKS
Praktek pelaksanaan manajemen pendidikan pada lembaga atau
satuan penyelenggara pendidikan, yang dilaksanakan selama satu
semester.
AIP722   Evaluasi Pembelajaran 3 SKS
Membahas konsep dasar evaluasi pembelajaran,  pembuatan alat ukur
tes dan non tes, pendekatan penilaian, dan latihan pelaksanaan
evaluasi serta analisis instrumen evaluasi
AIP723   Strategi Pembelajaran 3 SKS
Membahas tentang konsep strategi pembelajaran, komponen-komponen strategi pembelajaran,  berbagai metode mengajar,
pendekatan pembelajaran tradisional dan modern, media
pembelajaran, pengelolaan kelas dan merancang strategi
pembelajaran untuk suatu kegiatan pembelajaran.
AIP728   Perencanaan Pembelajaran 3 SKS
Membahas tentang pengertian, tujuan, ruang lingkup, prinsip dan
teknik perencanaan pembelajaran, serta latihan pembuatan
perencanaan pembelajaran
AIP731   Pembinaan Keterampilan Mengajar 4 SKS
Membahas tentang konsep pengajaran dalam bentuk kecil (Micro
Teaching), ketrampilan-keterampilan mengajar, meliputi
keterampilan membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan,
bertanya, memberikan penguatan variasi dalam mengajar, mengelola
kelas dan mengelola kelompok kecil dan perorangan serta
mempraktekan keterampilan mengajar secara terisolasi dan
terintegrasi.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
65
AIP143   Komputer II 2 SKS
Pemantapan kemampuan penguasan aplikasi komputer untuk
pengelolaan pendidikan yang mencakup aplikasi; perkantoran;
databased, dan pengolahan data.
AIP202   Penulisan Karya Ilmiah 3 SKS
Membahas  pengertian, tujuan, syarat dan teknik penulisan karya
ilmiah, serta latihan membuat karya ilmiah
AIP203   Komputer I 3 SKS
Pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak serta fungsinya,
system operasi pemrosesan data untuk keperluan surat menyurat d an
dokumentasi kantor, penghitungan sederhana dengan memanfaat
fungsi-fungsi statistic, serta desain presentasi untuk menunjang
praktik-praktik pendidikan.
AIP208   Kewirausahaan 3 SKS
Membahas hakekat, peranan dan kiat-kiat berwirausaha sebagai sikap
mandiri
AIP724   Manajemen Mutu Terpadu 2 SKS
Membahas pengertian, fungsi, tujuan, prinsip, dan teknik Manajemen
Mutu Terpadu, memberikan pemahaman tentang perencanaan,
pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi dalam Manajemen Mutu
Terpadu serta latihan menyusun program Manajemen Mutu Terpadu
AIP725   Manajemen Diklat 5 SKS
Membahas konsep manajemen diklat dalam meningkatkan
kompetensi personil kependidikan melalui kajian konsep pelatihan,
proses pelatihan, rancangan dan fasilitas pelatihan, konsep
pembelajaran, orientasi dan pelatihan personil, efektivitas pelatihan,
teknik pembelajaran yang efektif, penyiapan bahan pembelajaran,
praktek pengorganisasian pelatihan, pengevaluasian pelatihan, serta
observasi pelaksanaan pelatihan.
Buku Pedoman Akademik FIP UNP Tahun 2014
66
AIP727   Bahasa Inggris Administrasi Pendidikan 3 SKS
Membina dan mengembangkan keterampilan menggunakan Bahasa
Inggris untuk mendukung kegiatan administrasi pendidikan
AIP732   Manajemen Proyek 2 SKS
Mata kuliah ini membahas konsep dasar manajemen dan manajemen
proyek, perencanaan, pengendalian dan pelaksanaan, serta
penyelesaian proyek, Juga membahas keterkaitan pengelolaan proyek
dengan peraturan & perundang-undangan pengadaan barang barang
dan jasa pemerintah. Disamping membahas konsep-konsep
manajamen proyek  yang efektif, pelaksanaan perkuliahan dilengkapi
dengan observasi lapangan.
AIP740   Metodologi Penelitian dan Pengolahan Data 6 SKS
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dasar penelitian, ciri-ciri
penelitian ilmiah, pendekatan penelitian, jenis-jenis penelitian,
metode dan prosedur penelitian ilmiah, instrumen penelitian dan
penyusunannya, penyusunan rencana penelitian, Jenis data serta
teknik analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial
berdasarkan jenis penelitian.
AIP737   Tugas Akhir 4 SKS
Wajib bagi mahasiswa untuk mengambilnya yang bersifat individual
studies dan didasarkan atas observasi suatu phenomena diungkapkan
secara sistematis dan analisis dalam bentuk laporan. Mata kuliah ini
merupakan atvesment terakhir yang mengutamakan univifikasi
pengetahuan, keterampilan dan sosok diri mahasiswa yang
melukiskan keahliannya
UNP013   Skripsi 6 SKS
Penulisan hasil penelitian, dengan menggunakan langkah-langkah
metode ilmiah. Kemampuan ini sangat diperlukan bagi mereka yang
akan melanjutkan ke program yang lebih tinggi